MAKASSAR, BKM — Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 27 November 2014 kian dekat. Dukungan partai politik (parpol) untuk pasangan calon (paslon) mulai dikerucutkan. Apalagi pendaftaran paslon yang akan bertarung dalam pilwali ataupun pilbup sisa menghitung hari. Tepatnya pada 27 Agustus mendatang.
Meski waktunya semakin dekat, namun masih ada bakal calon yang belum mendapatkan dukungan parpol yang cukup. Hal itu berdampak pada calon pendamping yang juga belum bisa diputuskan dan dipastikan.
Walau begitu, saat ini sudah ada gambaran dukungan parpol. Bahkan telah ada yang menerima rekomendasi parpol dan sifatnya surat tugas. Begitu juga untuk pasangan, sedikitnya ada 29 yang sudah mendapatkan rekomendasi berpasangan dan berpeluang untuk diusung. Ada juga baru bersifat komunikasi intensif.
Untuk 24 kabupaten kota di Sulsel, Makassar cukup mendapat perhatian. Sebab hingga kini belum ada satu pun paslon yang diresmikan pembentukannya. Parpol sepertinya masih menunggu momentum yang tepat untuk mengumumkan paslon usungannya.
Munafri Arifuddin dari Golkar belum memiliki pasanngan. Ia masih melakukan penjajakan terhadap kandidat lainnya. Demikian pula Andi Seto Gadista Asapa dari Gerindra, Indira Yusuf Ismail yang disukung PPP dan PDIP, serta Abd Rahman Bando didukung PAN, Demokrat dan Hanura.
Berbeda dengan di Kabupaten Gowa. Sejumlah kandidat mulai dipasangkan oleh parpol. Seperti Darmawangsyah Muin yang kemungkinan berpasangan Risma Kadir Nyampa didukung Gerindra, Demokrat, PKB, PKS serta Perindo. Darmawangsyah baru saja menemui sejumlah elite parpol di Jakarta.
Namun tidak demikian dengan Amir Uskara yang didukung PPP, H Abd Rauf Malaganni didukung PDIP, serta Husnia Talenrang yang didukung PAN. Ketiganya belum menentukan calon pasangannya untuk maju berkontestasi.
Di pilbup Takalar ada Firdaus Daeng Manye yang didukung Nasdem, dan Hengki Yasin didukung PKB.
Untuk pilbup Jeneponto ada pasangan H Muh Sarif Patta-Moch Noer Alim Qalby yang diajukan PKB, PKS dan didukung PDIP. Pasangan Paris Yasir-Islam Iskandar diajukan Nasdem dan Demokrat, Syamsuddin Karlos- Baharuddin BJ Karaeng Nai diajukan PAN, serta pasangan Ashari Fakhsiri Rajamilo-Dr Syafruddin Nurdin.
Di pilbup Bantaeng ada dua paslong yang sudah digadang-gadang, yakni Ilham Syah Azikin-Nurkanita Maruddani diajukan oleh Nasdem dan PAN, serta pasangan Fauzi Nurdin-H Sahabuddin disiapkan oleh Golkar dan PKS.
Di Kabupaten Kepulauan Selayar juga tercatat dua paslon yang dipaketkan oleh partai. Masing-masing Ady Ansar-HM Suwadi diajukan Nasdem, PKS, PKB, Demokrat dan PSI. Sementara Natsir Ali-Muhtar diajukan Golkar, PAN, Gerindra dan PDIP. “Saya sudah fiks bersama Pak HM Suwadi,” ujar Ady Ansar, Minggu (21/7).
Pada pilbup Bulukumba, bupati petahana Ali Muchtar Ali Yusuf kemungkinan mendapatkan dukungan dari PKS dan Gerindra. Sementara Jamaluddin M Syamsir berpeluang maju bersama Tomy Satria yang diajukan PKB dan Golkar.
Wakil Bupati Sinjai Andi Kartini Ottong dari Golkar belum menentukan pendamping. Sementara pasangan Muzayyin Arief-Andi Iksan Hamid diajukan Nasdem dan PKS. Dua kandidat lain masih menunggu dukungan parpol, yakni Mahyanto Masda dan M Nasyit Umar.
Pada pilbup Bone juga belum ada pasangan, yakni Andi Akmal Pasluddin dari PKS, Andi Rio Padjalangi dari Golkar, Yasir Mahmud dan Andi Islamuddin dari Gerindra.
Pilbup Soppeng baru satu pasangan, yakni Suwardi Haseng-Selle KS Dalle dari Golkar dan Demokrat. Sementara Andi Mapparemma dan Samsu Niang masih menunggu dukungan dari PDIP. Dua nama juga masih butuh dukungan parpol yakni Saharuddin M Adam dan Lutfi Halide.
Sementara itu, di pilbup Wajo juga sudah ada tiga pasangan yakni Amran-Amran dari PAN, H Rosman-dr Baso Rahmanuddin dari Golkar, Gerindra dan Demokrat, serta pasangan Andi Tenri Liweng-Andi Muh Yunus dari PKB.
Di pilwali Parepare, Erna Rasyid Taufan Pawe dari Golkar berpeluang menggandeng Rahmat Sjamsu Alam dari Demokrat. Sementara Tasming Hamid dari Nasdem dan PKS belum memutuskan calon wakil.
Untuk pilbup Barru, Nasdem memaketkan Dr Ulfah Nurul Huda dengan Mudassir Hasri Gani. Sedangkan politisi Golkar Andi Ina Kartika baru mendapatkan dukungan PKB. Politisi Gerindra Aska Mappe juga belum menentukan calon wakil.
Pada pilbup Pangkep, bupati petahana Muh Yusran Lalogau berpaket dengan Abd Rahman Assagaf diusung Nasdem. Sementara Syahban Sammana bisa maju bersama Saleh Pattola.
Adapun pilbup Maros kemungkinan hanya satu pasangan calon, yakni AS Chaidir Syam-Suhartina Bohari yang diajukan PAN, Golkar, dan PKB.
Untuk Pilbup Sidrap, politisi Nasdem Syaharuddin Alrif berpaket dengan Nurkanaah. Sementara politisi Golkar Mashur bin Mohd Alias berpeluang menggandeng Muh Yusuf DM dari Gerindra.
Syahar, panggilan akrab Syaharuddin Alrif mengaku intens berkomunikasi dengan Nurkanaah yang dikenal sebagai birokrat senior.
Sementara pilbup Pinrang, bupati petahana Andi Irwan Hamid berpasangan dengan Sudirman Bungi yang diajukan Nasdem. Sedang Jaya Baramuli berpeluang maju bersama politisi Golkar Usman Marham.
Di Kabupaten Enrekang, dua putra mantan bupati bersaing di pilbup, yakni Mitra Fachruddin Muslimin Bando dari PAN menghadapi Andi Tenri Liwang Latinro yang mendampingi Yusuf Ritangnga dari Nasdem dan PPP. Satu lagi, yakni politisi Golkar Irpan belum memutuskan nama wakil.
Di pilbup Tana Toraja, pasangan Nicodemus Biringkanae-Darma Lelepadang diajukan Nasdem. Sementara dr Zadrak Tombeq disiapkan Gerindra dan Perindo belum memutuskan calon wakil. Untuk pilbup Toraja Utara Yohanis Bassang dari Golkar, Frederik Viktor Palimbong dari Gerindra belum memutuskan wakil. Sementara Roberto Blasius Sangka dan Dating Palembangan belum mencukupkan parpol koalisi.
Pada pilbup Luwu ada dua pasangan calon, masing-masing Andi Arham Basmin Mattayang-Rahmat yang diusulkan Nasdem dan PKS, serta pasangan Patahudding-Devi Bijak dari koalisi Golkar dan Demokrat.
Untuk pilwali Palopo baru satu pasangan yakni Farid Kasim Judas-Nurhaeni yang diajukan Nasdem. Sementara Rahmat Masri Bandaso dari Golkar, Putri Dakka dari PDIP, Ahmad Syarifuddin dari Hanura, serta Trisal Tahir dan Haidir Basir.
Pada pilbup Luwu Utara ada nama Arsyad Kasmar dari Gerindra, Suaib Mansyur dari Demokrat serta Andi Abdullah Rahim dari Nasdem.
Sedangkan dari Luwu Timur ada bupati petahana dari PDIP Budiman Hakim yang kemungkinan kembali berpasangan dengan politisi Golkar Muh Akbar Andi Leluasa. Petahana akan menghadapi penantang yakni Irwan Bachri Syam-Puspawati Husler yang diajukan Partai Nasdem.
Bisa Berubah
Direktur eksekutif PT Nurani Strategis Dr Nurmal Idrus mengemukakan bila selama belum membawa SK DPP terkait dengan rekomendasi pencalonan ke KPU, maka semua kemungkinan masih bisa terjadi.
“Politik kontestasi seperti pilkada sangat sentralistik, tergantung kemauan Jakarta, dalam hal ini DPP masing-masing parpol. Jakarta bisa saja punya pertimbangan yang berbeda dengan kondisi peta politik di daerah,” ujar Nurmal, kemarin.
Menurutnya, kemungkinan adanya perubahan komposisi pasangan meski telah dideklarasikan bisa saja berubah. “Semua tergantung kepentingan partai, terutama DPP. Jakarta akan mengukur peluang menang terbesar yang didasari oleh dua hal. Elektabilitas pasangan itu dan juga kemampuan menyediakan dana politik untuk kampanye mereka,” terangnya lagi.
Pengamat politik dari Unibos Dr Arief Wicaksono menyebut, berdasarkan pengalaman beberapa pilkada di Sulsel, bagus mendeklarasikan diri lebih awal, supaya sosialisasi juga bisa lebih dini ke masyarakat. “Hanya saja problem demokrasi kita ini kan tidak sertamerta ditentukan oleh figur figur yang sudah komitmen saling berpasangan, karena bisa jadi rekomendasi partai politik menghendaki pasangan yang lain,” katanya.
Apalagi, lanjutnya, isu konstalasi koalisi nasional yang mau ikut menentukan pada pilkada kali ini yang dilaksanakan secara serentak, bisa menjadi penghalang bagi para pasangan tersebut untuk maju bersama. Belum lagi soal tuntutan investor politik atau bohir atau oligarki lokal yang belum tentu sama dan sebangun dengan kepentingan oligarki nasional, atau bahkan internasional.
“Sebaliknya, para figur yang belum menentukan pasangan, atau yang menyerahkan calon pasangannya pada sistem yang sedang bermain sekarang ini, akan cenderung lebih fokus untuk mengangkat citra dirinya, sekaligus meningkatkan potensi elektabilitasnya, tanpa harus khawatir akan terjadinya perubahan mendadak akibat cairnya konstalasi,” tandas Arief. (rif)
1. MAKASSAR
– Munafri Arifuddin (Golkar)
– Andi Seto Asapa (Gerindra)
– Indira Yusuf Ismail (PPP-PDIP)
– Abd Rahman Bando (PAN-Demokrat-Hanura)
2. GOWA
– Darmawangsyah Muin-Risma Kadir Nyampa (Gerindra-Perindo-Demokrat-PKB-PKS)
– Dr HM Amir Uskara (PPP)
– H And Rauf Malaganni Kr Kio (PDIP)
– Husnia Talenrang (PAN)
3. TAKALAR
– Firdaus Daeng Manye (Nasdem)
– Hengky Yasin (PKB)
4. JENEPONTO
– H Muh Sarif Patta-Moch Noer Alim Qalby (PKB-PKS-PDIP)
– Paris Yasir-Islam Iskandar (Nasdem-Demokrat)
– Ashari Fakhsiri Rajamilo-Dr Syafruddin Nurdin
– Syamsuddin Karlos-Baharuddin BJ Krg Nai (PAN)
5. BANTAENG
– Ilham Syah Azikin-Nurkanita Maruddani (Nasdem-PAN)
– Fauzi Nurdin-H Sahabuddin (Golkar-PKS)
6. SELAYAR
– Ady Ansar-HM Suwadi (Nasdem-PKS-PKB)
– Natsir Ali-Muhtar (Golkar-PAN, PDIP-Gerindra)
7. BULUKUMBA
– Ali Muchtar Ali Yusuf ( Gerindra)
– Jamaluddin M Syamsir-Tomy Satria Yulianto (PKB-Golkar)
8. SINJAI
– Andi Kartini Ottong (Golkar)
– Muzayyin Arief-Andi Iksan Hamid (Nasdem-PKS)
– M Nasyit Umar (Demokrat)
– Mahyanto Masda
9. BONE
– Andi Akmal Pasluddin (PKS)
– Andi Rio Padjalangi (Golkar)
– Yasir Mahmud (Gerindra)
– Andi Islamuddin (Gerindra)
10. SOPPENG
– Suwardi Haseng-Selle KS Dalle (Golkar-Demokrat)
– Andi Mapparemma (PDIP)
– Samsu Niang (PDIP)
– Saharuddin M Adam (Golkar)
– Lutfi Halide (Nasdem)
11. WAJO
– Amran-Amran ( PAN)
– H Rosman-dr Baso Rahmanuddin (Golkar- Gerindra-Demokrat)
– Andi Tenri Liweng-Andi Muh Yunus (PKB)
12. PAREPARE
– Erna Rasyid TP-Rahmat Sjamsu Alam (Golkar-Demokrat)
– Tasming Hamid (Nasdem – PKS)
13. BARRU
– Dr Ulfah Nurul Huda-Mudassir Hasri Gani ( Nasdem)
– Andi Ina Kartika (PKB)
– Aska Mappe (Gerindra)
14. PANGKEP
– Muh Yusran Lalogau-Rahmam Assagaf ( Nasdem)
– Syahban Sammana (Gerindra)
15. MAROS
– AS Chaidir Syam-Suhartina Bohari ( PAN- Golkar- PKB)
16. SIDRAP
– Syaharuddin Alrif-Nurkanaah (Nasdem)
– Mashur bin Mohd Alias-Muh Yusuf DM (Golkar- Demokrat)
17. PINRANG
– Andi Irwan Hamid-Sudirman Bungi (Nasdem)
– Jaya Baramuli-Usman Marham (Golkar)
18. ENREKANG
– Yusuf Ritangnga-Andi Tenri Liwang Latinro (Nasdem- PPP)
– Mitra Fachruddin (PAN)
– Irpan (Golkar)
19. TORAJA
– dr Zadrak Tombeq (Gerindra-Perindo)
– Nicodemus Biringkanae-Darma Lelepadang (Nasdem)
– John Rende Mangontan (Golkar)
– Viktor Datuan Batara (Golkar)
20. TORUT
– Yohanis Bassang (Golkar)
– Frederik Viktor Palimbong (Gerindra)
– Roberto Blasius Sangka
– Dating Palembangan
21. LUWU
– Andi Arham Basming-Rahmat (Nasdem- PKS)
– Patahudding-Devi Bijak (Golkar-Demokrat)
22. PALOPO
– Farid Kasim Judas-Nurhaeni (Nasdem)
– Rahmat Masri Bandaso(Golkar)
– Putri Dakka
– Ahmad Syarifuddin
– Trisal Tahir
– Haidir Basir
23. LUTRA
– Arsyad Kasmar (Gerindra)
– Suaib Mansyur (Demokrat)
– Andi Abdullah Rahim ( Nasdem)
24. LUTIM
– Budiman Hakim-Muh Akbar Andi Leluasa (PDIP)
– Irwan Bachri Syam-Puspawati Husler (Nasdem)

