pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kisah Hajrah, Penjual Bendera Merah Putih di Jalan Hertasning

Kadang Jualannya Bisa Menghasilkan Rp2 Juta per Hari

SEMANGAT--Jelang HUT Kemerdekaan RI ke 79, Hajrah begitu semangat berjualan bendera merah putih di Jalan Hertasning.Kadangkala penghasilannya mencapai Rp2 juta setiap hari.

MENJELANG perhelatan Hari Ulang Tahun ke-79 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, para penjual bendera merah putih mulai bertebaran di sudut perkotaan, salah satunya berada di Jalan Hertasning, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar.

Laporan: FAJAR

Di sepanjang jalan Hertasning terlihat para penjual bendera merah putih berseliweran hingga perbatasan Makassar-Gowa, para penjual datang dari berbagai daerah dan salah satunya adalah Hajrah.
Perempuan berusia 36 tahun tersebut mengaku sudah melakoni pekerjaan itu sejak empat tahun silam, ia memaparkan bahwa hal itu ia jalani lantaran mengisi waktu luang, apa lagi ia hanya ibu rumah tangga (IRT).

“Iya sudah empat tahun saya menjual bendera tapi itu hanya setiap memasuki bulan Agustus, saya juga mengisi waktu luang karena kebetulan kan cuma ibu rumah tangga, jadi saya pikir mending pergi jual bendera, karena tidak adaji juga dikerja, apa lagi anak juga sudah besar,” ungkap Hajrah saat ditemui ditempat jualannya.

Hajrah memaparkan selama tiga minggu lebih ia harus bolak-balik dari tempat tinggalnya yang berada di Jalan Tamarunang, Kabupaten Gowa untuk menjual bendera di Jalan Hertasning, biasanya ia memang menjual bendera saat memasuki bulan Agustus, omsetnya pun terbilang lumayan, sebab ia biasanya mendapatkan Rp2.000.000 per harinya, namun itu tidak setiap hari ia dapatkan.
“Sudah dua Minggu lebih saya berjualan dan Alhamdulillah lancar, kemarin itu saya dapat Rp2.000.000, kadang juga Rp700.000 perharinya, tapi itu kan tidak menentu, kadang banyak kadang juga kurang,” bebernya.

Harga bendera yang dijual pun bervariasi, ada yang Rp350.000 dan yang paling murah sebesar Rp250.000, semua tergantung dari besar dan panjangnya bendera.
“Untuk harga Bendera itu berbeda-beda, tergantung besar dan panjangnya bendera yang paling tinggi harganya itu Rp350.000, itu panjangnya hampir 8 meter, dan yang paling murah itu Rp250.000,” lanjutnya.

Namun, Hajrah mengaku bahwa bendera yang ia jual bukanlah miliknya melainkan itu adalah barang titipan dari bos, ia digaji sebesar Rp2.500.000 selama tiga Minggu lebih berjualan bersama dengan adik iparnya.
“Ini kan bukan barang pribadi, ini hanya titipan dari bos, jadi saya jual bendera terus dikasih gaji Rp2.500.000 selama sekitar 3 Minggu lebih berjualan, tapi itu dibagi dua untuk adik ipar saya, karena dia juga membantu disini menjual, ” sambungnya.
Ditanya soal uang honor yang diterimanya digunakan untuk apa?, Hajrah mengaku akan digunakan untuk keperluan membeli kebutuhan pokok seperti beras, terlur, minyak goreng. Ini untuk membantu suaminya yang kerja serabutan.(jar)



×


Kisah Hajrah, Penjual Bendera Merah Putih di Jalan Hertasning

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link