LUWU TIMUR, BKM–Pasangan bakal calon bupati Luwu Timur Irwan Bahri Syam-Puspawati Husler kembali mendapat dukungan dari Partai Gelora. Rekomendasi model B. Persetujuan Parpol.KWK ini dengan nomor : 162/SKEP/DPN-GLR/VIII/2024 diserahkan ketua umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Muh Anis Matta didampingi sekretaris jenderal Mahfuz Sidik di Gelora Media Centre Jakarta Partai Gelora Indonesia, Kamis (22/8).
Penyerahan rekomendasi turut hadir jajaran pimpinan pusat Gelora, termasuk Wakil Ketua, Fahri Hamzah serta Ketua Gelora Luwu Timur, Rusdi Layong
Sebelumnya, Irwan-Puspawati sudah mendapat dukungan dari Partai Nasdem dan PSI.
Pasangan ini akan berhadapan dengan pasangan petahana Budiman-Muh Akbar Andi leluasa yang diusung kaolisi Gerindra, Golkar dan PDIP serta pasangan Isrullah-Usman Sadik yang diajukan oleh PAN, PKB, PKS dan Demokrat.
Ketua tim deklarasi Pasangan Irwan-Puspawati, Rully Heryawan membenarkan adanya surat keputusan tersebut.
“Alhamdulillah, Partai Gelora telah resmi menyerahkan surat keputusan persetujuan Model B1-KWK siang tadi di Jakarta,” kata Rully Heryawan, Kamis kemarin.
Selain Lutim DPN Gelora juga mengeluarkan rekomendasi untuk pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Wajo H. Andi Rosman-dr. H.Baso Rahmanuddin Makkaraka.
Sekum DPW PSI Sulsel Mudzakkir Ali Djamil, juga hadir langsung mendamping bakal calon menyampaikan optimismenya atas pilihan gelora ini.
“Kita optimis pasangan yag diusung Gelora untuk Wajo dan Lutim InsyaAllah akan menang dalam Pilkada. Kader-kader juga akan segera dikonsolidasi untuk bekerja dalam rangka pemenenangan”, jelas Muda.
Sementara itu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Luwu Timur, diminta tidak menutup mata atas beredarnya isu terkait daftar nama pengawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkab Lutim yang memberikan sumbangan untuk pembiayaan politik bagi salah satu bakal calon bupati.
Ketua Pospera Luwu Timur, Erwin Sandi mengatakan Bawaslu tidak perlu menunggu adanya laporan resmi untuk melakukan Tindakan. Banyaknya isu yang beredar di masyarakat, terutama melalui media sosial seharusnya sudah bisa menjadi bahan untuk ditindak lanjuti.
“Sudah banyak yang beredar terkait dugaan pelanggaran di masyarakat yang dilakukan ASN, tapi sampai hari ini kita tidak melihat adanya upaya bahkan langkah pencegahan dilakukan Bawaslu,”ujar Erwin.
Dia mengatakan, Bawaslu menjadi elemen penting dalam rangka menjaga jalannya pesta demokrasi berlangsung lancar dan aman. “Jangan sampai Bawaslu menjadi sumber masalah yang membuat pelaksanaan Pilkada menjadi tidak aman,”ujarnya.
Untuk diketahui, sebelumnya beredar sebuah screenshoot percakapan Whatsapp yang berisikan nama-nama pejabat sekaligus jumlah nilai yang tertera di samping nama. Diduga, daftar tersebut merupakan sumbangan pejabat dan ASN di Lutim kepada salah satu kandidat.
Dalam percakapan tersebut, tertera nama Pak Kadis Dishub sebagai pengirim pesan. “List bantuan giat pembentukan Tim Kec. Tomoni,”kutipan dalam pesan tersebut. Dalam pesan itu juga tertera nilai bantuan beragam, mulai Rp100rb hingga Rp1 juta rupiah. (rif)

