MAKASSAR, BKM — Bakal pasangan calon (bapaslon) gubernur-wakil gubernur Mohammad Ramdhan Pomanto-Azhar Arsyad akan mengumumkan komposisi tim pemenangannnya pekan ini. Juru bicara pasangan dengan akronim DIA, Asri Tadda mengatakan kejelasan terkait susunan nama-nama tim pemenangan akan dipastikan hari ini atau besok.
“Insyaallah, Senin atau Selasa nanti tim pemenangan DIA akan diumumkan,” ungkap Asri saat dihubungi BKM, Minggu (8/9).
Salah satu nama tokoh yang disebut-sebut bakal bergabung dalam tim DIA adalah Prof Nurdin Abdullah (NA). Seperti diketahui, NA adalah mantan gubernur Sulsel. Dia juga pernah menjabat sebagai bupati Bantaeng selama dua periode.
Namanya disebut-sebut bakal masuk dalam tim sukses DIA. Karena hampir sebagian besar relawan NA yang berjuang memenangkannya di pilgub Sulsel, saat ini menyatakan bergabung dan mendukung pasangan DIA.
Ketika kabar itu dikonfirmasi, Asri mengaku memang wacana ke arah itu sudah ada sebelumnya. Namun sejauh ini belum ada kejelasan. “Belum saya konfirmasi soal itu. Tapi memang wacana ke arah itu sudah ada sebelumnya,” kata Asri.
Selain eks relawan NA, Asri mengonsolidasikan elemen-elemen eks relawan Anies melalui sebuah wadah baru bernama Relawan Perubahan Sulsel (RPS). “Melalui RPS, kami coba menghimpun kembali barisan pejuang perubahan pada pilpres lalu, dan akhirnya setelah melalui pertimbangan yang matang, kami deklarasikan dukungan ke Danny-Azhar untuk pilgub,” terangnya.
Yang menarik, dukungan RPS ke pasangan DIA dilakukan dengan juga menitipkan delapan poin rekomendasi prioritas perubahan untuk Sulsel yang diterima dengan baik Danny Pomanto.
Asri dikenal sebagai loyalis Anies yang konsisten mendorong agenda perubahan dan perbaikan bagi bangsa. Meski belum berhasil pi Pilpres lalu, agenda yang didorong Asri masih diteruskan di pilgub Sulsel.
“Kami konsisten mendorong agenda perubahan, termasuk pada level daerah. Dan momentumnya adalah pada pilgub Sulsel nanti harus lahir pemimpin yang bisa mengakomodasi hal tersebut,” tandasnya.
Diminta komentarnya secara terpisah terkait potensi bergabungnya NA ke dalam tim DIA, akademisi nhas Andi Haris, Ph.D mengemukakan bahwa ada peluang Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto untuk menyaingi cagub petahana Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (ASS).
“Saya kira kalau Nurdin Abdullah ikut bergabung ke kubu Danny maka peluang Danny untuk menyaingi ASS semakin besar. Soalnya, Nurdin Abdullah masih punya massa pendukung yang cukup banyak. Lagi pula Danny selama memimpin Kota Makassar dinilai cukup berhasil sehingga peluang dia untuk menyaingi petahana cukup besar,” jelas Andi Haris, Minggu (8/9).
Peneliti yang juga Direktur Eksekuti PT Nurani Strategic Dr Nurmal Idrus memberikan komentar bahwa agak sulit untuk mengukur tingkat pengaruh Nurdin Abdullah terhadap elektoral dari pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad. “Itu karena tokoh ini telah lama hilang dari percaturan politik Sulsel,” ujar Nurmal Idrus.
Namun, yang pasti, akan ada kenaikan elektoral di wilayah Bantaeng, di mana saat ini Nurdin Abdullah juga banyak muncul oleh karena memperjuangkan anaknya di pilbup Bantaeng. “Jika kemudian dukungan itu Danny dapat, maka sebenarnya bisa membuka kesempatan bagi dirinya untuk menguatkan posisinya di wilayah selatan, area di mana merupakan wilayah yang dikuasai Nurdin Abdullah,” jelas mantan Ketua KPU Makassar ini.
Pakar politik dari Unhas Dr Ali Armunanto mengaku bisa dibilang setelah tertangkapnya NA oleh KPK, ASS menjadi antitesa dari NA dan berusaha membangun citra politiknya keluar dari bayang-bayang NA. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak masyarakat yang suka dengan sosok NA, sehingga kemungkinan untuk mempengaruhi pemilih masih besar.
Sebagai tokoh yang pernah dipuja publik, menurut Ali, dukungan NA tentu sangat berarti bagi DP-Azhar. Khususnya untuk menjangkau pemilih yang lebih luas dan membangun jaringan pemilih yang solid.
”Dukungan NA tentu saja bisa memberi efek positif pada elektabilitas pasangan DP-Ashar. Namun tidak dipungkiri juga bisa memberi sentimen negatif. Hal ini juga akan sama efeknya dengan dukungan IAS pada ASS-Fatma,” terangnya. (rhm-rif)

