pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Krisis Air Bersih Melanda

MAKASSAR, BKM — Kemarau panjang yang melanda wilayah di Sulawesi Selatan, khususnya Mamminasata (Makassar, Maros, Sungguminasa, Takalar) berdampak pada terganggunya distribusi air bersih ke pelanggan PDAM Kota Makassar.

Saat ini terpantau ada sejumlah kecamatan yang sudah kekurangan pasokan. Persoalan itu lebih banyak disebabkan oleh menyusutnya debit air baku di Bendung Lekopancing, Kabupaten Maros.
Dirut PDAM Makassar Beni Iskandar menyebut, dalam kondisi normal, debet air baku dari Lekopancing menghasilkan 500 liter per detik sekarang menurun, tersisa 100 liter per detik. “Sebenarnya masih ada suplai air namun sudah tidak maksimal. Saat ini kondisi ketinggian air di Lekopancing tinggal 10 cm,” ungkap Beni Iskandar, Selasa (17/9).

Saat ini ada sejumlah wilayah yang terganggu pasokan air dsri PDAM. Diantaranya wilayah utara dan timur kota, sebagian Kecamatan Manggala, Makassar, Panakkukang dan Rappocini.
Beni mengatakan, untuk membantu pelanggan di wilayah-wilayah terdampak kekeringan, pihaknya berupaya tetap memenuhi kebutuhan air dengan metode pengantaran air tangki. Ia pun menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan para pelanggan yang terkena dampak kekurangan air bersih.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan yang terkena dampak. Kami imbau, bagi pelanggan yang mengalami gangguan, silakan hubungi call centre kami untuk pengaduan di 0811-415-2888 atau 0811-464-1123,” jelas Beni.

Dia melanjutkan, layanan air tangki sudah dilakukan PDAM sejak dua pekan terakhir.
Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto mengatakan sebenarnya kekeringan sudah menjadi persoalan yang harus diantisipasi setiap tahun. Karena itu, PDAM diinstruksikan untuk mencari sumber-sumber air baku yang baru demi memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Makanya PDAM membuat intake baru di muara Sungai Tallo. Selain itu, kita juga berusaha membangun sumur-sumur dalam,” kata Danny yang dimintai tanggapannya, kemarin.
Saat ini, Pemkot Makassar telah membangun 11 sumur dalam. Tahun ini ditambah lagi 12 hingga 15 sumur.
Sejauh ini, tambah orang nomor satu Makassar itu, pihaknya merasa belum perlu menurunkan Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk membantu penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga yang terdampak, karena kondisinya belum separah tahun lalu.

Dia pun berharap selama masa cuti yang akan dilalui selama dua bulan, pemenuhan air bersih masyarakat semakin membaik. Kalaupun masih bersoal, ada Penjabat Sementara (Pjs) Wali Kota Makassar yang diyakini mampu mengatasi persoalan ini. (rhm)



×


Krisis Air Bersih Melanda

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link