TATOR, BKM — Calon gubernur Sulawesi Selatan nomor urut satu Mohammad Ramdhan Pomanto meresmikan menara DIA di Pantan, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana Toraja, Rabu (9/10).
Peresmian ini dihadiri langsung Ketua DPC PDIP Tana Toraja Yohannes dan para petinggi partai pendukung.
Menara DIA diinisiasi langsung oleh para relawan. Ini menjadi bukti bahwa penerimaan masyarakat Tana Toraja sangat baik dan siap memenangkan Danny-Azhar saat pencoblosan 27 November 2024 mendatang.
“Menara ini menjadi solidaritas kami bersama relawan untuk totalitas memenangkan pasangan DIA pada pilgub 2024 ini. Ini tempatnya saling koordinasi dan berkolaborasi untuk menjemput kemenangan,” ucap Ketua DPC PDIP Tana Toraja Yohannes.
Yohannes yang merupakan tim pemenangan Syahrul Yasin Limpo (SYL) periode pertama dan kedua serta Nurdin Abdullah (NA) mengaku berkomitmen dan yakin memenangkan DIA di Tana Toraja. Menurutnya, memilih DIA sama dengan memilih masa depan yang baik untuk semua. Karena Danny disebut sebagai pemimpin yang pengayomi, bukan intoleran terhadap satu golongan.
“Tujuan kita satu menangkan DIA. Saya tim pemenangan SYL dan NA dan tidak pernah kalah di Toraja. Hoaks itu kalau survei Pak Danny nol. Karena masyarakat Toraja sangat menyayangi Pak Danny karena pemimpin yang toleran,” tegasnya.
Danny pun menyampaikan terima kasih kepada para relawan yang sudah mendirikan menara.
Dia menyebutkan nama menara ini sudah ada sejak perjuangan kotak kosong, yang dikenal dengan Markas Perlawan Rakyat.
“Tapi sekarang sedikit berbeda di pilgub tahun ini. Menara menjadi markas perjuangan rakyat. Jadi kita berjuang, bukan melawan,” ungkap Danny.
Danny menyebutkan pemilu serentak ini sangat penting karena merupakan ajang mengubah nasib dan masa depan anak cucu yang lebih baik.
Peresmian menara DIA dirangkaikan dengan pembacaan deklarasi komitmen untuk memenangkan pasangan DIA. Agenda lain yang dilakukan Danny di Toraja adalah melakukan silaturahmi di kediaman tokoh masyarakat Ibu Bitti Caca, di Jalan Ua’ Saruran, Bombongan, Kecamatan Makale.

Menurut anak lorong ini, sebuah kehormatan datang di tempat ini. Danny memohon restu kepada orang tua yang dituakan dan meminta nasihat.
“Di sini melahirkan begitu banyak pemimpin di Tana Toraja. Saya terima kasih kepada seluruh relawan Tallang Sura yang ingin berjuang dengan DIA (Danny Pomanto-Azhar Arsyad). Pilihlah pemimpin yang memberikan masa depan untuk anak dan cucu kita,” kata Danny.
Tanpa restu orang tua, lanjutnya, dirinya tak mau kehilangan arah untuk bertarung di pilgub Sulsel itu. “Kita akan kehilangan arah. Saya sangat terhormat bisa sowan kepada Oma (Bitti Caca). Karena saya sudah lama yatim piatu, jadi persoalan orang tua sangat sensitif bagi saya. Tentunya saya terima kasih kita bisa sama-sama berjuang,” tandasnya.
Danny menambahkan bahwa tidak ada yang tak mungkin selama relawan dan tim pemenangan berusaha satukan perjuangan. “Satukan tekad di momen ini. Karena pilkada datang hanya sekali dalam lima tahun. Sebuah titik yang akan memberikan garis masa depan. Salah menentukan titik, Sulsel akan mengalami kemunduran ke belakang. Sehingga saya melihat semangat perjuangan di Tana Toraja-Toraja Utara begitu luar biasa untuk menangkan pemilu ini,” tutur Wali Kota Makassar dua periode ini.
Azhar di Pantai Bintarore
Calon wakil gubernur Sulsel nomor urut satu Azhar Arsyad melakukan kampanye bersama ratusan warga di Jalan Menara, Bintarore, Kecamatan Ujung Bulu, Selasa siang (8/10). Lokasi ini berada di dekat pantai dan dikelilingi pohon besar yang rindang, menjadi magnet bagi warga dan berbondong-bondong hadir sekaligus melihat langsung sang cawagub.
Tenda yang disiapkan dan kursi tampak tak mampu menampung antusias warga yang hadir mayoritas dari nelayan dan ibu-ibu. Empat dari enam anggota DPRD Bulukumba dari Fraksi PKB kompak hadir mendampingi Azhar Arsyad dalam kampanye di hari kedua di Bulukumba. Masing-masing Fahidin HDK, Samsir, Andi Erlinad dan Alkhaisar.

Hadir juga anggota Fraksi PKB DPRD Sulsel Andi Anwar Purnomo, serta mantan anggota DPRD Sulsel yang juga mantan caleg DPR RI Wawan Mattaliu.
Mengawali kampanye, Fahidin HDK yang juga ketua DPC PKB Bulukumba memandu yel-yel untuk membakar semangat warga yang didominasi ibu-ibu. “Kalau saya bilang siapa kita, dijawab DIA, DIA, DIA. Nomor berapa, kita dijawab satu, satu, satu. Kemudian saya bilang Danny-Azhar, dijawab menang, menang, menang,” ucap Fahidin dengan lantang dan diikuti warga.
Fahidin mengatakan Azhar Arsyad adalah panutannya. Ia bisa sampai sekarang hingga lima periode di DPRD Bulukumba salah satu andil dari Ketua DPW PKB Sulsel itu.
“Kami tidak henti-hentinya dibimbing, diingatkan untuk selalu pro dengan masyarakat, peduli dengan masyarakat. Dengan tidak melupakan janji politik ke masyarakat. Itu yang selalu kami pegang teguh,” ujarnya.
“Karena kalau ada masyarakat yang merasa tidak diurus oleh wakil rakyat dari PKB, kami akan diberi sanksi oleh Pak Ketuaku. Begitu saya memanggil beliau (Azhar Arsyad),” tambah Fahidin.
Sementara itu, Andi Anwar Purnomo mengatakan saat ini sudah memasuki dua periode di DPRD Sulsel. Ia terpilih kembali melalui Dapil Sinjai-Bulukumba di 2024 ini. Dari pengalamannya di DPRD membidangi anggaran, dirinya tak menampik kalau Pemprov Sulsel saat ini masih harus menanggung utang.
“Masih banyak utang yang harus dibayar Pemprov ke depan. Ini hasil dari tata kelola pemerintahan yang kurang baik. Akhirnya apa, utang ini akan ditanggung masyarakat ke depan,” ungkapnya.
menurutnya, hal ini tidak bisa dibiarkan. Sulsel ke depan perlu dipimpin oleh orang yang tepat dan memiliki kompetensi mengelola pemerintahan yang pro dengan rakyat.
“Makanya, kita butuh pemimpin perubahan. Pemimpin yang punya bukti mengelola, meningkatkan PAD. Bukan justru meninggalkan utang,” tutur putra mantan Bupati Bulukumba amarhum Andi Muhammad Sukri Sappewali.
Azhar Arsyad dalam sambutannya kembali menekankan bersama Danny berkomitmen menjamin sektor pertanian, kelautan dan UMKM meningkatkan kesejahteraan. Salah satu yang disiapkan dalam programnya adalah membeli hasil dari masyarakat baik itu petani, nelayan dengan nilai jual kompetitif.

“Pemerintah harus ambil bagian dalam menjaga hasil pertanian maupun kelautan masyarakat melalui offataker. Jadi tidak ada lagi alasan harga jual dimainkan, tapi pemerintah yang membeli dengan harga layak,” ucap Azhar.
Di tempat ini juga Azhar kembali menyinggung soal kondisi Sulsel yang dianggap tidak dalam keadaan yang baik baik saja. Makanya muncul kata “Save Sulsel” di spanduk DIA.
“Save Sulsel artinya Sulawesi Selatan tidak keadaan baik baik saja. Kita butuh masyarakat untuk sama-sama menyelamatkan. Apa itu? Bayar utang. Yang tanggung adalah rakyat. Itulah kenapa penting masyarakat terlibat ke depan,” ucap mantan Kordinator FIK Ornop Sulsel.
Azhar menambahkan komitmennya bersama Danny dalam pemerataan pembangunan yang berorientasi di desa. “Kita mulai pembangunan dari desa agar mengurangi jarak disparitas antara kota dan desa. Dengan demikian tujuan kita menjadikan desa mandiri, dan sejahtera,” ucapnya. (rhm)

