GOWA, BKM–Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan yang sempat dilaporkan Tim Advokasi dan Hukum pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Gowa Amir Uskara-Irmawati Haeruddin (Aurama’) ke Bawaslu Gowa beberapa waktu lalu karena diduga berpihak ke Paslon Hati Damai, saat ditanyai media usai Irup Hari Sumpah Pemuda di halaman kantornya, Senin (28/10) pagi.
Menurut Adnan, dirinya yang dituding telah berpolitik praktis itu sama sekali tidak jelas. Adnan pun tersenyum ketika sejumlah media meminta tanggapannya soal itu.
Adnan sempat dilaporkan karena diduga mensosialisasikan bahkan mengkampanyekan salah satu Paslon, baik melalui ucapan-ucapannya yang diduga memaksa memilih Paslon tertentu, juga saat berfoto bersama sang istri yang mengenakan pakaian bertulis salah satu Paslon sementara Adnan sendiri mengenakan seragam dinas warna keki dan tertulis Bupati di dadanya.
Dengan santai, Adnan yang mengenakan stelan jas warna gelap berkopiah hitam, memperlihatkan mimik seolah membantah dikatakan melakukan politik praktis.
“Kan tudingan ji to, belum ada kebenarannya. Dan apakah sudah ada masuk (terlapor) ? Kalau dilaporkan yah silakan saja. Siapapun boleh menuduh menuding tapi kan ada Gakkumdu yang memutuskan itu. Apakah yang dia (pelapor) tudingkan itu betul atau tidak. Jangan sampai dia tonji yang melakukan dia tonji yang menuduh, ” timpal Adnan tersenyum dan berlalu.
Sedikit cuek dengan masalah itu, Adnan malah mengimbau para pemuda di Hari Sumpah Pemuda ini seyogyanya bisa mengambil peran terbaik dalam Pilkada 27 November nanti. Peran yang Adnan maksudkan agar pemuda meningkatkan partisipasi pemilih.
“Kita selalu dengar setiap kali Pilkada banyak sekali anak muda yang tidak ikut berpartisipasi. Tidak pergi ke TPS memilih atau sebutannya golput. Nah kita berharap, karena sekarang ini sedang menuju Indonesia emas, maka anak muda harus semakin mengambil peran utamanya dalam rangka menaikkan partisipasi pemilih di Pilkada nanti, ” tandas Adnan. (sar/rif)

