MAKASSAR, BKM–Sejumlah putra asal Sulawesi selatan pernah memimpin partai politik tingkat pusat.
Pertama Prof Dr Ryaas Rasyid pernah mendirikan sekaligus memimpin Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) tahun 2002.
Kedua, HM Jusuf Kalla (JK) pernah mendapat amanah sebagai Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. JK mengalahkan Akbar Tanjung di Munas VII di Nusa Dua Badung Bali 2004. Setelah berakhir, JK lalu digantikan oleh Aburizal Bakrie di Munas Pekanbaru Riau 2009.
Ketiga, Anis Matta pernah menjabat Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tahun 2013 lalu mundur dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR RI.
Keempat, Anis Matta juga mendapat mandat sebagai ketua umum DPN Partai Gelora yang dibentuknya bersama Fahri Hamzah tahun 2019.
Dibarisan kedua dengan posisi sekretaris jenderal (Sekjen) juga ada putra asal Sulsel diantaranya Idrus Marham pernah ditunjuk sebagai Sekjen DPP Partai Golkar, Rapiuddin sebagai Sekjen DPP PDK, Badaruddin Andi Picunang sebagai Sekjen DPP Partai Berkarya serta Andi Muh Yuslim Patawari sebagai Plt Sekjen DPP Partai Perindo.
Kini, mampukah politisi asal Sulsel kembali memegang pucuk pimpinan di Parpol.
Ada sejumlah nama yang mencuat yakni Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, serta Dr HM Amir Uskara. Keduanya disebut layak bersaing di Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Selain dua nama tokoh Sulsel yakni Amran Sulaiman dan Amir Uskara yang mencuat di arena Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II di Ancol, Jakarta, juga ada nama Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Muhammad Romahurmuziy, Ketua DPP Sandiaga Uno, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan mantan Kepala Staf Angkatan Darat, Dudung Abdurachman.
Juru Bicara DPP PPP Usman Muhammad Tokan menegaskan bahwa Mukernas tidak membahas pemilihan calon ketua umum.
“Mukernas hanya membahas program kerja untuk masa depan PPP, termasuk menentukan waktu dan lokasi penyelenggaraan Muktamar,”kata Usman.
Sekjen DPP PPP Arwani Thomafi, mengatakan Mukernas lebih fokus membahas evaluasi capaian Pemilu dan Pilkada 2024.
“Jadi memang secara resmi juga nggak ada yang menyebutkan nama tokoh calon Ketum PPP. Ppembicaraan terkait sejumlah nama itu di luar forum Mukernas,”jelas Arwani.
Sebelumnya, Amir Uskara yang juga waketum DPP PPP mengemukakan bila Mukernas telah menghasilkan tiga keputusan.
Pertama, pelaksanaan Muktamar itu usai lebaran Idul Fitri Kedua, waktu dan tempat pelaksanaan Muktar diserahkan ke pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP.
Ketiga, untuk pencalonan ketua umum DPP PPP harus sesuai anggaran dasar (AD), sehingga ada aturan bila yang ingin maju minimal pernah menjadi pengurus DPP minimal satu periode. “Tak ada nama-nama yang disebut dalam Mukernas,”jelas Amir Uskara yang pernah menjabat Wakil Ketua MPR RI ini. (rif)

