PELAKSANAAN bakti sosial (Baksos) yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) MKGR Sulawesi Selatan, mendapatkan respon yang baik dari sejumlah masyarakat yang ikut serta dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian obat gratis bagi masyarakat yang mengalami keluhan saat pemeriksaan tersebut.
Kegiatan Baksos tersebut dilaksanakan kerjasama dengan Management Rumah Sakit Islam Faisal Makassar dengan DPD MKGR Sulawesi Selatan, di Toko 162 Jalan Pelita, Bontoa, Kabupaten Gowa mulai dari Pukul 09.00 hingga 12.00
Salah satu masyarakat, Dg Singara, mengaku dirinya datang karena mengalami gejala sakit tulang paha dan tangan, dan saat dilakukan Pemeriksaan dirinya juga mengaku selain dilayani dengan baik juga diberikan obat swcara gratis.
“Bagus ini kegiatannya MKGR Sulsel, karena kami diperiksa kesehatannya secara gratis bahkan diberikan obat, yang lebih bagus lagi karena pelayanan kita dapatkan sangat baik, sehingga kebetulan ini kegiatan berada dekat dari rumah jadi tidak perlu lagi jauh-jauh ke Puskesmas,”katanya.
Direktur RS Islam Faisal, drm Salwa Mochtar, mengungkapkan, kalau berdasarkan arahan dari Koordinator Baksos beberapa kegiatan dalam baksos ini dimana salah satunya kami bersama tenaga medis RS Islam Faisal terlibat kerjasama dalam melakukan Pemeriksaan Kesehatan secara gratis kepada masyarakat, dimana dalam kegiatan baksos ini kami turunkan satu tim full yang terdiri dari delapan orang.
“Untuk pemeriksaan kesehatan gratis sendiri kami kerahkan beberapa petugas medis dan non medis yang terdapat delapan orang dalam satu tim full, yang terbagi atas tenaga paramedis, analis laboratorium, farmasi hingga tenaga administrasi,”ungkapnya.
Dia menjelaskan, kalau tim ini juga bukan hanya melakukan pemeriksaan kesehatan tapi juga konsultasi kesehatan oleh masyarakat, serta pemeriksaan Laboratorium bagi para masyarakat yang hadir, termasuk melakukan analisis terhadap penyakit metabolik bagi pasien dimana rata-rata yang hadir ini merupakan pasien yang sudah lansia.
“Untuk pasien yang lansia ini kami juga lakukan pemeriksaan laboratorium karena tidak terdapat kemungkinan kita dapatkan adanya penyakit metabolik seperti penyakit gula darah, kolesterol, hingga gangguan pada penglihatan dan pendengaran, jika kami menemukan hal tersebut dan pasien memang mengalami gejala tersebut maka kami akan langsung berikan obat,”papar dr. Salwa.
Dr. Salwa juga menegaskan, kalau dalam kegiatan ini awalnya mendapatkan laporan sebanyak 100 pasien, namun karena ada beberapa masyarakat yang datang tentunya tetap dilakukan pelayanan, hingga batas waktu pukul 12.00. (sar/rif)

