MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menginstruksikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pendidikan Nielma Palamba untuk melakukan pengisian jabatan kepala sekolah yang banyak saat ini lowong. Selain itu, ia juga meminta Nielma menertibkan pengisian jabatan kepsek.
Karena ternyata banyak posisi kepala sekolah yang diisi oleh pelaksana harian (plh) dalam jangka waktu yang sudah cukup lama. Selain itu, banyak pula ditemukan yang menjabat di dua sekolah. Belum lagi plh yang ditunjuk bukan dari sekolah bersangkutan. Padahal seharusnya penunjukan plh harus berasal dari sekolah tempatnya mengabdi.
Menyusul terungkapnya fakta ini, Danny pun meminta Nielma untuk segera menyelesaikannya. Bahkan Nielma diberi tenggat waktu hari ini untuk merampungkan persoalan tersebut.
“Banyak yang isi plh. Banyak dobel-dobel. Masak satu kepala sekolah bertugas di dua sekolah. Saya minta kalau bisa besok (hari ini) pengisiannya,” ungkap Danny saat ditemui di Kantor Wali Kota Makassar, Senin (20/1).
Dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, Plh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Nielma Palamba mengaku memang menemukan beberapa kepala sekolah yang dobel job. “Ada yang dobel job. Misalnya dia definitif di SMP, tapi plh juga (di sekolah lain). Itu kan tidak fokus menangani dua sekolah sekaligus. Jadi akan cari orang baru,” ungkap Nielma usai bertemu dengan wali kota.
Jika sejumlah kepala sekolah di jenjang SMP ditemukan dobel job, berbeda dengan persoalan di jenjang SD. Nielma mengatakan, banyak kepala sekolah SD yang sudah memasuki masa pensiun.
“Kalau kepala sekolah SD banyak yang sudah pensiun. Saya sudah kirim ke Bapak (Wali Kota) untuk segera diisi. Bisa cepat diisi. Harus diisi karena anak-anak mau terima rapor,” tambah Nielma.
Dia melanjutkan, kekosongan jabatan kepala sekolah sudah berjalan beberapa bulan.
Sebenarnya, Disdik Kota Makassar pernah melakukan assesmen calon kepala sekolah pada November 2022 lalu. Rerata peserta yang ikut merupakan guru penggerak dan telah mengikuti pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah (cakep). Total peserta yang mengikuti asesmen kepala sekolah SD sebanyak 305 orang. Sementara jenjang SMP sebanyak 80 orang.
Adapun kebutuhan untuk kepala SD pada waktu itu sebanyak 314 orang dan SMP 50 orang. Namun sejauh ini, hasil assemen tidak ditindaklanjuti dengan memilih peserta yang memenuhi kriteria sebagai calon kepala sekolah. (rhm)

