pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Chaidir Sikapi Rencana Penghapusan Gaji ke-13 dan ke-14

MAROS, BKM — Wacana penghapusan gaji ke-13 dan ke-14 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mencuat, seiring langkah pemerintah pusat dalam menyesuaikan anggaran belanja negara.  
Meski demikian, di Kabupaten Maros, pemerintah daerah masih mengalokasikan anggaran sekitar Rp60 miliar untuk pembayaran kedua gaji tersebut.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan, gaji ke-13 dan ke-14 untuk ASN di wilayahnya telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun, pihaknya tetap menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait pencairannya.

”Kami sudah anggarkan gaji ke-13 dan ke-14 dalam APBD. Jadi seharusnya tidak ada kendala. Namun, kami masih menunggu keputusan final dari pemerintah pusat,” kata Chaidir.
Chaidir berharap kebijakan pemberian gaji tambahan bagi ASN tetap diberlakukan. Mengingat, manfaatnya yang besar. Terutama dalam membantu kebutuhan pegawai menjelang hari raya lebaran serta persiapan tahun ajaran baru bagi anak-anak mereka.

”Gaji ke-14 biasanya cair menjelang lebaran, sekitar akhir Maret. Sementara gaji ke-13 dijadwalkan turun pada Juni,” jelasnya.
Namun, ia tidak menutup kemungkinan adanya perubahan kebijakan dari pusat. Jika pemerintah memutuskan untuk menghapus gaji ke-13 dan ke-14, anggaran tersebut kemungkinan akan dialihkan ke belanja lain. Seperti pembangunan infrastruktur yang sebelumnya didanai pemerintah pusat.

”Ada kemungkinan pemberian bonus bagi ASN dialihkan ke Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Tapi tentu ini masih akan dihitung ulang,” tambah Chaidir. 
Di sisi lain, wacana penghapusan gaji ke-13 dan ke-14 menimbulkan keresahan di kalangan ASN. Salah seorang ASN di Maros, Andi Baso Amin, berharap, agar wacana penghapusan gaji ke 13 dan ke 14  tidak dilakukan. Karena gaji ke 13 dan 14 sangat besar manfaatnya pada mereka khususnya kalangan PNS di Pemkab Maros.
”Menurut saya, gaji tambahan ini sangat diperlukan,” kata Andi Baso Amir.
Andi Baso menambahkan, gaji ke-13 dan ke-14 menjadi penopang keuangan. Terutama saat menghadapi kebutuhan besar menjelang lebaran dan tahun ajaran baru.
”Saya sangat berharap wacana ini tidak sampai disahkan. Karena benar-benar membantu keuangan kami,” pungkasnya. (ari/c)



×


Chaidir Sikapi Rencana Penghapusan Gaji ke-13 dan ke-14

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link