MAROS, BKM — Cuaca ekstrem melanda Kabupaten Maros. Hujan deras disertai angin kencang yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Enam kecamatan dilaporkan terdampak, dengan wilayah terparah berada di Kecamatan Marusu dan Moncongloe.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maros Nasrul, mengatakan bahwa berdasarkan imbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung 9 hingga 16 Februari 2024.
Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati.
Enam kecamatan yang terdampak cuaca ekstrem adalah Maros Baru, Lau, Camba, Bantimurung, Moncongloe, dan Marusu. Wilayah yang paling parah terdampak banjir adalah Kecamatan Marusu, dengan ketinggian air di beberapa titik mencapai 2 meter. Banjir merendam permukiman warga, lahan pertanian, dan fasilitas umum.
“Sudah tiga hari kami mengalami musibah banjir yang tidak kunjung surut. Tinggi air di wilayah ini mencapai hingga 2 meter,” ungkap Daeng Baji, seorang warga yang terdampak banjir.
Banjir yang melanda Kecamatan Marusu menyebabkan ratusan warga terisolasi. Ratusan rumah dan badan jalan terendam banjir yang tidak kunjung surut. Warga pun terpaksa menggunakan jolloro (perahu tradisional) sebagai alat transportasi untuk beraktivitas di luar rumah.
“Kami berharap ada bantuan yang datang baik dari pemerintah maupun relawan, karena beberapa wilayah terisolir akibat banjir yang tidak kunjung surut,” lanjut Daeng Baji.
Sementara wilayah terparah terdampak angin puting beliung terjadi di wilayah Moncongloe. Belasan rumah dan sebuah sekolah Taman Kanak-Kanak porak poranda akibat kencangnya terpaan angin.
Menyikapi kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Maros, Sekretaris BPBD Maros Nasrul, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Maros untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi bencana cuaca ekstrem seperti banjir, longsor, dan angin kencang,” ujarny, kemarin.
Ia juga meminta masyarakat untuk memantau informasi cuaca dari BMKG dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
Saat ini, Pemkab Maros telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti TNI, Polri, dan Basarnas, dalam upaya penanggulangan bencana yang dialami masyarakat Maros. (ari/b)

