MAKASSAR, BKM — Wacana mutasi pejabat besar-besaran di lingkup Pemkot Makassar mulai bergulir. Bukan hanya lingkup pejabat eselon II, namun juga eselon III pada level kepala bagian dan camat.
Bahkan, proses penggantian kepemimpinan juga akan dilakukan pada tataran direktur utama dan direktur di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Perusda. Termasuk terhadap para kepala sekolah SD maupun SMP.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa segera mengevaluasi pejabat eselon II lingkup Pemkot Makassar. “Sudah pasti kami akan lakukan repositioning. Mulai kadis, camat, lurah dan kepalah sekolah. Tidak mungkin kita pertahankan,” tegas Appi, Jumat (28/2).
Ketua DPD II Golkar Kota Makassar itu menegaskan, bahwa mutasi dilakukan tidak dikaitkan dengan dendam politik. Ia menuturkan bahwa langkah yang dilakukan benar-benar untuk penyegaran di lingkup Pemerintah Kota Makassar.
“Jadi, repositioning untuk penyegaran, kami juga mau hal baru untuk meningkatkan efisiensi kerja di Pemerintah Kota Makassar,” jelas Munafri.
“Reposisi di Pemerintahan hal biasa. Perubahan posisi atau jabatan seseorang dalam organisasi tujuanya fokus pada tupoksi,” tambah Alumni FH Unhas itu.
Sebagai langkah awal setelah tiba di Kota Makassar, Munafri-Aliyah akan melakukan rapat koordinasi dengan jajaran perangkat daerah lingkup Pemkot Makassar, kabag, para camat dan dirut Perusda. Selanjutnya, membentuk tim untuk rencana mutasi tersebut, mengikuti job fit atau uji kompetensi.
“Semua proses dan prosedur mutasi kami akan jalankan. Karena ada tim yang akan terbentuk,” tukasnya.
Tak hanya pejabat OPD, Appi juga menegaskan bahwa akan membongkar komposisi lingkup Perusahaan Umum Daerah (Perumda) atau yang kini dikenal Perusda. Menurutnya, penyegaran di jajaran direksi BUMD milik Pemkot sangat penting. Tujuannya untuk mengoptimalkan pendapatan (PAD) serta deviden kepada Pemkot dalam rangka mendukung pembangunan.
“Kami juga akan evaluasi serta reposisi direksi jajaran Perusda. Banyak hal kita mau benahi agar perusahaan daerah memberikan hasil deviden maksimal,” tandas Appi.
Saat ini, tercatat ada tujuh jabatan lowong di lingkup Pemkot Makassar yang diisi oleh pelaksana tugas. Sudah pasti, Appi bakal memprioritaskan pengisian jabatan tersebut dengan pejabat defintif.
Tujuh jabatan yang kosong itu adalah kepala Dinas Kominfo, kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga, kepala Satuan Polisi Pamong Praja, kepala Dinas Ketahanan Pangan, kepala Dinas Pendidikan, kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta kepala Dinas Lingkungan Hidup.
Untuk pengisian jabatan tersebut, Appi-Aliyah akan melewati mekanisme job fit atau assesment. Namun untuk mutasi di tingkat kepala bagian maupun camat, Appi bisa langsung melaksanakannya. (rhm)

