DALAM kehidupan sehari-hari, tidak sedikit orang yang menghadapi berbagai masalah. Mulai dari persoalan ekonomi, pekerjaan, hingga masalah pribadi.
Di tengah situasi yang sulit, sikap sabar menjadi kunci utama untuk tetap bertahan dan menemukan solusi terbaik agar bisa keluar dari permasalahan yang dialami.
DALAM agama Islam, kesabaran bukan hanya soal menahan emosi, tetapi juga kemampuan untuk mengelola pikiran dan tindakan serta ucapan terhadap seseorang.
Jika menengok sejarah peradaban Islam dan para nabi, maka menurut Ustaz Ahmad Fadhulullah, kisah Nabi Ayyub As patut untuk dicontoh. Betapa tidak, selama 18 tahun ia diuji dengan penyakit kulit yang bahkan sampai menjadi ulat.
Namun bukannya kesal dan marah, Nabi Ayyub As justru berdoa kepada Allah agar hati dan lidahnya jangan sampai digerogoti oleh ulat. Hal itu ia minta agar dirinya masih tetap bisa berdoa dan berzikir kepada Allah.
“Kalau berbicara tentang sabar tentunya kita akan melibatkan banyak aspek dalam kehidupan kita ini. Kita akan dibawa jauh berselancar ke masa lalu, yaitu kisah Nabi Ayyub As,” kata Ustaz Ahmad dalam siniar Obrolan Ramadan untuk kanal BKM News.
“Bagaiman kita melihat sosok Nabi Ayyub. Beliau ditimpa cobaan musibah dengan penyakit yang bertubi-tubi sampai seluruh tubuhnya dimakan ulat. Tapi ketika itu Nabi Ayyub tidak berlepas diri dari Allah Swt. Justru tetap teguh dengan keimanannya dan berdoa ya Allah biarlah diriku dimakan ulat, kecuali hati dan lidahku jangan sampai termakan oleh ulat supaya aku tetap berzikir kepadamu. Bahkan ia juga harus ditinggalkan oleh istri dan anaknya,” jelas Ustaz Ahmad.
Lelaki yang juga menjabat sebagai Wakil Bendahara Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI) Sulsel ini kemudian menjelaskan arti sabar yang terbagi menjadi empat bagian.
“Yang pertama itu adalah ridha terhadap segala keputusan Allah Swt. Kedua adalah mengikat kita, dan yang ketiga adalah bertahan. Yang keempat adalah menahan. Berkaitan dengan menahan ini maka sabar dalam masalah puasa ini tentunya harus kita perhatikan, menahan segala sesuatu yang bisa membatalkan ibada puasa,”terangnya.
Walaupun harus diakui bahwa sabar memang tidaklah mudah. Apalagi jika dibenturkan dengan kebutuhan dunia, tentu akan sulit. Namun Allah Swt berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 45.
”Membiasakan sabar itu memang tidak mudah, apalagi ketika dihadapkan pada realita kehidupan dan kehidupan itu penuh dengan ujian, cobaan dan musibah,” tuturnya.
Untuk itu Allah Swt telah berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 45 yang artinya; Dan mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.
Selain itu, Allah Swt juga telah memberikan jaminan kepada orang-orang yang bersabar bahwasanya mereka akan mendapatkan pahala yang tak terbatas. Hal tersebut Allah ungkapkan dalam surat Az-Zumar ayat 10.
“Di balik kesabaran yang kita miliki, Allah Swt tentu mempersiapkan ganjaran yang begitu besar. Salah satunya adalah mengalirnya pahala yang begitu besar kepada orang-orang yang bersabar. Allah Swt berfirman dalam surah Az-Zumar ayat 10 berbunyi.
“Katakanlah (Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman! Bertakwalah kepada Tuhanmu.” Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.
Di akhir wawancara, Ustaz Ahmad menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu bersikap sabar dalam menghadapi atau melewati masalah. Sebab sesungguhnya orang-orang yang bersabar bersama dengan Allah Swt. (jar)

