pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ustaz Dr Abdul Ghany, Pengurus PW IDMI Sulsel

Jangan Sampai Salah Memanjatkan Doa

DOA merupakan bagian penting dalam kehidupan umat manusia, baik sebagai bentuk permohonan, rasa syukur, maupun refleksi diri. Dalam berbagai tradisi dan agama, doa diyakini sebagai sarana komunikasi antara manusia dengan penciptanya (Allah).

Dengan berdoa secara rutin tentu dapat memberikan efek positif bagi kesehatan mental. Selain itu berdoa juga menandakan bahwa manusia itu lemah dan tak berdaya jika tanpa izin sang pencipta.

DI Indonesia sendiri, doa sering kali dilakukan sebelum melakukan berbagai aktivitas, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun tempat kerja. Selain itu, doa juga menjadi bagian dari berbagai upacara keagamaan dan momen penting dalam kehidupan, seperti pernikahan, kelahiran, dan kematian.

Masyarakat pun semakin sadar akan manfaat doa, terutama dalam menghadapi tantangan hidup. Banyak yang meyakini bahwa doa bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga sebagai bentuk introspeksi dan penyemangat dalam menjalani kehidupan.

Menurut Ustaz Dr Abdul Ghany, doa adalah sesuatu hal yang tidak bisa lepas dari manusia.

“Doa itu adalah sesuatu hal yang tidak bisa lepas dari kita. Kalau kita bayangkan atau ingat-ingat itu yang pernah kita minta semenjak kita bangun hingga tidur kembali itu banyak sekali doa yang kita panjatkan kepada Allah Swt,” kata Ustaz Dr Abdul Ghany dalam siniar Obrolan Ramadan yang tayang di kanal Youtube BKM News.

Selain itu, menurutnya, doa bertujuan untuk meminta pertolongan kepada Allah Swt agar memudahkan hidup seseorang.

“Doa adalah permohonan tolong kepada Allah Swt dalam rangka memudahkan kehidupan kita. Jadi sebetulnya kalau kita lihat itu tidak bisa kita lakukan, tetapi dengan doa Insyaallah akan ada kemudahan dan keberkahan yang kemudian Allah berikan kepada kita,” terangnya.

Namun, yang jadi masalah saat ini adalah masih banyak orang-orang yang belum mengetahui tata cara berdoa yang baik dan benar.
“Tata cara dalam berdoa ini penting. Jangan sampai kita dari kecil menghafal sesuatu namun tidak dipahami. Kita tidak pahami apa yang kita baca dan ini yang menjadi problem kita, sehingga bisa jadi salah satu yang membuat kita akhirnya merasa bahwa doa kita tidak dijabah langsung oleh Allah. Atau jangan-jangan kita salah baca karena bisa saja sejak kecil salah baca hafalan kita,”lanjutnya.

“Contoh kecilnya itu di surah Al-fatihah ‘Iyyakanabbudu Waiyakanastain’. Nah, ini kalau salah baca saja maka hilang tasdidnya menjadi iyakanabbudu Waiyakanastain’. Tidak pakai tasdid itu bukan hanya kepada-Mu, dalam hal ini Allah Swt, tetapi itu artinya menyembah matahari. Jadi memang harus betul-betul diperhatikan karena beda bacaan maka beda arti,”sambungnya.

Untuk itu, lelaki yang juga berprofesi sebagai pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Dai Muda Indonesia (IDMI) Sulsel ini menerangkan bahwa adab berdoa itu dimulai dengan ucapan Alhamdulillah. Kemudian salawat Nabi Muhammad Saw, mendoakan diri dan keluarga serta orang lain dan diakhiri dengan kalimat Alhamdulillah.

“Adab berdoa itu dimulai dengan ucapan Alhamdulillahirabbil alamin. Kemudian nabi kita jadikan wasilah atau bersalawat kepada kita. Selanjutnya mendoakan diri kita, keluarga, orang lain dan seluruh umat Islam yang ada di dunia ini. Terakhir ditutup kembali dengan ucapan Alhamdulillahirabbil alamin,” terangnya.

Selain itu, Ustaz Abdul Ghany juga merincikan bahwa doa adalah ritual berkomunikasi dengan Tuhan.

“Doa ini adalah dimensi komunikasi kita kepada Allah. Jadi, bagaimana kita mau berkomunikasi kalau kita tidak tahu apa yang kita sampaikan,” jelasnya.

Bahkan menurutnya, Nabi Muhammad Saw dalam hadist disebutkan bahwa bahkan ketika sendal kita itu putus maka berdoa kepada Allah agar diberikan solusi. (jar)



×


Ustaz Dr Abdul Ghany, Pengurus PW IDMI Sulsel

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link