LUWU UTARA,BKM– Malam mulai larut saat rombongan Kafilah Kabupaten Sinjai tiba di Masamba, Luwu Utara, Jumat (11/04/2025). Setelah menempuh perjalanan darat selama kurang lebih 12 jam, wajah lelah para peserta seakan sirna begitu mereka disambut hangat oleh tuan rumah.
Sebanyak 19 peserta dan 6 official dari Sinjai datang dengan semangat tinggi untuk mengikuti ajang Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) Ke-XXIII Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang digelar mulai 13 hingga 20 April mendatang.
Di Ruang Pola Kantor Bupati Luwu Utara, penyambutan resmi pun digelar. Kepala Dinas Pendidikan Luwu Utara, Drs. Misbah, menyambut langsung kedatangan para tamu dari Sinjai dengan tangan terbuka.
“Kami selaku tuan rumah Insya Allah akan memberikan pelayanan yang terbaik. STQH ini tidak hanya sekedar sebagai ajang lomba dan sarana syiar Islam, tapi juga menjadi sarana dalam membangun persaudaraan diantara kita,” tuturnya.
Kata-kata itu disambut hangat oleh rombongan dari Sinjai. Rasa lelah berubah jadi rasa syukur dan antusias. Pimpinan Kafilah Sinjai, H. Andi Mandasini Saleh, yang juga Staf Ahli Bupati Sinjai, menyampaikan ucapan terima kasih dan salam dari para pimpinan daerah.
“Kami menyampaikan salam hangat dari ibu Bupati dan bapak Wakil Bupati Sinjai kepada seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Luwu Utara yang telah menerima kami dengan baik di sini,” kata Andi Mandasini.
Lebih dari sekadar kompetisi, kehadiran mereka juga membawa pesan kebersamaan.
“Kami selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik di ajang STQH ini. Namun yang paling utama adalah bagaimana kita menjalin silaturahmi diantara seluruh peserta dari Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan. Kami begitu senang bisa hadir di Luwu Utara,” pungkasnya.
Perjalanan panjang kafilah ini sebelumnya dilepas langsung oleh Sekretaris Daerah Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, dari Pendopo Rumah Jabatan Bupati. Beberapa tokoh turut serta dalam rombongan, termasuk Kepala Kantor Kemenag Sinjai, H. Faried Wajedy dan Kabag Kesra Hj. Kamriah Yusuf.
Perjalanan ini tak hanya soal lomba, tapi juga tentang semangat, persahabatan, dan tekad untuk terus mengharumkan nama daerah di panggung yang membawa nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadist.

