MAKASSAR, BKM–Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sulsel Yeni Rahman menegaskan pentingnya strategi yang matang untuk meningkatkan investasi di daerah.
“Kita harus punya desain investasi yang jelas. Desain ini sangat diperlukan untuk mendorong peningkatan investasi,”ujar Yeni Rahman selaku Ketua Panitia Kerja (Panja) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Tahun Anggaran 2024 DPRD Provinsi Sulawesi Selatan ketika memimpin rapat kerja (Raker), Rabu (7/5).
Pada Raker tersebut Yeni Rahman didampingi Sekretaris Panja, Andi Tenri Abeng Salangketo yang merupakan legislator Partai Gerindra menghadirkan mitra Komisi C dan Komisi D.
Dalam Raker bersama mitra Komisi C, yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulsel,
Selain membahas strategi investasi, Raker juga menyoroti masalah perizinan tempat hiburan malam (THM) dan tambang yang dinilai masih bermasalah.
Salah satu anggota Panja, Mizar Room, menyampaikan keprihatinannya terkait adanya tambang dan THM yang beroperasi tanpa izin lengkap.
“Kalau memang harus ditutup, ya ditutup saja. Beberapa bahkan menggunakan cara tertentu lewat Kementerian Pariwisata. Prinsipnya, kita harus bijak menyikapi berbagai masalah investasi di Sulsel,”ungkap Mizar yang juga legislator Partai Nasdem ini.
Sementara itu, Tim Pakar DPRD Sulsel, Prof. Ramli Haba, menegaskan bahwa pemerintah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran izin tambang dan THM.
“Saya melihat bahwa masalah tambang galian C dan THM ini sangat dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang bermain di area abu-abu. Maka, pemerintah perlu tegas. Jika ada pelanggaran, cabut saja izinnya,” kata Prof. Ramli.
Raker ini diharapkan dapat memberikan solusi konkret untuk menyelesaikan berbagai permasalahan investasi dan perizinan di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat daya tarik investasi di wilayah tersebut.(jun/rif)

