MAKASSAR, BKM–Permasalahan kebersihan lingkungan di Kota Makassar kembali menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar.Mereka menilai kinerja sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lurah, dan RT/RW belum maksimal dalam menangani sampah.
Menurut anggota Komisi D DPRD Makassar, Adi Akbar, masih ditemukan tumpukan sampah di sejumlah wilayah yang tidak diangkut selama beberapa hari. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu masyarakat dan mencerminkan lemahnya pengawasan dinas terkait.
”Banyak titik di kota ini yang sampahnya dibiarkan menumpuk sampai tiga hari lebih. Ini harus menjadi perhatian serius,” ungkapnya, Kamis (15/5).
Legislator Fraksi PKS Makassar ini juga mengkritik lemahnya komunikasi antara OPD dan DPRD. Ia menuturkan pernah mengalami sendiri ketika menghubungi dinas terkait namun tidak mendapat respons, dan baru ditanggapi setelah diketahui bahwa dirinya adalah anggota dewan. “Mereka hadir untuk melayani masyarakat, bukan memilih-milih siapa yang direspons,” tegasnya.
Selain itu, ia menyoroti rendahnya peran aktif RT/RW dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ia meminta agar aparat di tingkat bawah turut diberdayakan dan mampu menjadi contoh di tengah masyarakat. Ia juga mengusulkan agar warga penerima bantuan sosial dapat dilibatkan dalam kegiatan kebersihan sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, anggota DPRD Makassar lainnya, Reski, turut menanggapi isu tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan kebersihan harus menjadi tanggung jawab kolektif dan tidak semata-mata dibebankan kepada OPD atau kelurahan.
”Penanganan sampah ini perlu kolaborasi lintas sektor. Edukasi kepada masyarakat juga harus diperkuat, terutama soal jadwal pengangkutan dan pengelolaan sampah,” ujarnya.
Politisi Partai Demokrat Makassar ini juga mendorong agar pengembangan bank sampah dan program daur ulang di tingkat kelurahan lebih dimaksimalkan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang. “Regulasinya belum jelas, sosialisasinya juga belum sampai ke masyarakat. Pemerintah kota harus segera memberi penjelasan,”katanya.
Ia juga menambahkan bahwa jika program tersebut belum siap dilaksanakan, sebaiknya disampaikan secara terbuka kepada publik agar tidak menimbulkan kebingungan. Ia berharap Pemkot dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki pengelolaan sampah secara menyeluruh demi terciptanya lingkungan kota yang bersih dan sehat. (ita)

