MAKASSAR, BKM — Mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Unhas melaksanakan kegiatan Praktik Lapang Terpadu pada 11-12 Mei 2025. Kegiatan ini dilakukan di sejumlah lokasi, diantaranya Pelabuhan Perikanan Untia, Pulau Gusung Tallang, dan Pulau Lae-Lae.
Praktik lapang ini bertujuan sebagai wahana pembelajaran luar kelas untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai materi perkuliahan secara langsung di lapangan. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 400 mahasiswa dari berbagai program studi di FIKP, seperti Ilmu Kelautan, Budidaya Perairan, Manajemen Sumber Daya Perairan, Pemanfaatan Sumberdaya Perairan, Agrobisnis Perikanan, dan Teknologi Hasil Perikanan.
Praktik mata kuliah Ekologi Perairan dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan dan Desa Nelayan Untia, Minggu, 11 Mei 2025 dengan melibatkan mahasiswa sebanyak 432 orang yang didampingi 54 orang asisten, serta jajaran dosen Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP). Pada praktik ini, mahasiswa melakukan observasi terhadap ekosistem perairan khususnya interaksi antar organisme yang ada pada substrat mangrove dengan menggunakan transek yang telah dirancang dan ditentukan ukurannya.

Kegiatan berlanjut pada esok harinya, Senin, 12 Mei 2025, dengan rangkaian pelaksanaan praktik mata kuliah Rehabilitasi dan Pengembangan Sumber Daya Perairan serta mata kuliah Pengelolaan Sumber Daya Perikanan. Kegiatan ini diadakan di Pulau Gusung Tallang yang menjadi salah satu lokasi strategis untuk observasi habitat perairan.
Sebanyak 91 mahasiswa terlibat dalam kegiatan ini, dimana praktikan melakukan identifikasi kerusakan ekosistem serta upaya rehabilitasi berbasis ekologi, seperti wawancara dan restorasi terumbu karang. Mahasiswa mengikat benih karang pada media yang telah disediakan, kemudian menempatkan media tersebut di lokasi yang telah dipilih. Hal ini dilakukan sebagai bentuk strategi untuk memulihkan terumbu karang yang rusak atau terdegradasi, dengan tujuan mengembalikan fungsi ekosistemnya dan menjaga keseimbangan alam.
Setelah menjalani praktik rehabilitasi, sebanyak 45 mahasiswa melanjutkan kegiatan di Pulau Lae-Lae, Makassar, untuk melakukan praktik mata kuliah Pengelolaan Sumber Daya Perikanan. Di lokasi ini, mahasiswa mempelajari berbagai strategi pengelolaan kawasan pesisir yang berkelanjutan, termasuk pendekatan partisipatif masyarakat dalam pengelolaan sumber daya laut dan pesisir.
Kegiatan Praktik Lapang Terpadu ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung, memperkuat pemahaman teoretis mereka, serta meningkatkan keterampilan dalam menganalisis kondisi sumber daya perairan di lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi dengan masyarakat lokal dan pemangku kepentingan terkait, dan juga membantu mahasiswa merumuskan solusi ilmiah dan berkelanjutan untuk permasalahan yang ada di lapangan. (rls)

