pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Muktamar PPP Molor Karena Masih Mencari Caketum

MAKASSAR, BKM–Pelaksanaan Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) molor ke bulan September. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Dr HM Amir Uskara.
“Iya Pelaksanaan Muktamar dibulan September,”ujar Amir Uskara yang pernah tercatat sebagai Wakil Ketua MPR RI ini, Senin (26/5). Sebelumnya, jadwal Muktamar digelar di Bali usai idul adha, namun molor ke September. Salah satu pertimbangan elit PPP masih mencari tokoh yang pas memimpin partai berlambang kabah ini.
Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, M Romahurmuziy atau Rommy mengaku telah membujuk berbagai tokoh untuk maju sebagai calon Ketua Umum (Caketum) PPP. Diantaranya adalah Jenderal Dudung Abdurachman hingga Anies Baswedan.

Namun, Rommy mengaku saat ini nama Menteri Pertanian RI atau Mentan, Andi Amran Sulaiman yang paling mencuat untuk maju di Muktamar PPP yang akan digelar September mendatang.
“Saya berusaha membujuk banyak tokoh yang saya nilai mampu, baik karena ketokohannya, maupun kemampuannya.”ujar Rommy. Saat ini banyak nama yang muncul seperti mantan Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, menteri Sosial Saifullah Yusuf, mantan Kasad TNI Dudung Abdurahman, mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie, mantan menteri Perdagangan Agus Suparmanto, menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. “Bahkan nama Anies Baswedan pun saya pernah bujuk untuk bersedia masuk dan memimpin PPP pada akhir Desember 2024 lalu,”kata Rommy, dalam siaran persnya.

Rommy menyebut, target kembali ke Senayan memerlukan logistik yang tak sedikit, maka ia mencari tokoh seperti Amran yang merupakan pengusaha besar.
“Untuk kembalinya PPP ke Senayan pada Pemilu 2029 memang mencari tokoh. Pak Amran adalah seorang pengusaha yang sukses. Hanya kurang publikasi saja atas kesuksesan usahanya” kata dia.
Menurut Rommy, dirinya berkali-kali meyakinkan Amran untuk bersedia maju sebagai Caketum. Dirinya harus terbang ke Makassar untuk bertemu Amran.
“Saya sampai harus ke Makasar meyakinkan beliau. Sampai saat ini pun, Pak Amran masih wait and see. Murni disebabkan kesibukan beliau yang memiliki beban berat sebagai tulang punggung program kedaulatan pangan pemerintah,”kata dia.

“Apakah Pak Amran betul akan menjadi Ketum PPP pada Muktamar September 2025 mendatang? Waktu masih cukup panjang untuk kejutan-kejutan lainnya,” sambungnya.
Rommy juga membantah bahwa Haji Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam ingin mengakuisisi PPP lewat Amran.
“Yang terjadi di PPP sama sekali bukan upaya Haji Isam untuk “mengakuisi melalui kerabatnya”. Sebagai pengusaha sukses, Haji Isam tidak butuh mengakuisisi partai manapun. Karena sebagai pengusaha dengan komunikasi yang luas, beliau berteman dengan seluruh partai,” ungkapnya.
“Bahwa upaya ini, bukan ikhtiar tunggal saya. Seluruh kader PPP sepakat tentang mencari putra terbaik bangsa ini,”pungkasnya. (jun/rif)



×


Muktamar PPP Molor Karena Masih Mencari Caketum

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link