pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Daeng Awi Jadi Pelakon, Om Idol di Belakang Layar

Dua Putra Makassar Mengukir Jejak di Dunia Sinetron Nasional

BKM/MUH ANWAR Daeng Awi (kiri) dan Om Idol Dg Mappuji.

HIJRAH dari Kota Daeng menuju Jakarta, dua orang ini mengukir jejak di dunia sinema elektronik (sinetron) Indonesia. Mereka adalah Alwi Mahmud Yahya atau yang lebih dikenal dengan panggilan Daeng Awi, serta Idol Daeng Mappuji dan akrab disapa Om Idol.

KEDUA sosok ini meninggalkan Makassar dengan tujuan awal yang berbeda. Namun tekad yang kuat dan semangat berkarya membuat keduanya mampu menorehkan prestasi di balik dan di depan layar kaca.

Om Idol, seorang pria bersahaja, mengawali kiprahnya di dunia seni dari sebuah sanggar di Makassar.

“Awalnya saya itu di Makassar ikut bergabung di salah satu sanggar namanya Sanggar Merah Putih. Setelah di situ, akhirnya saya mencoba pindah ke Jakarta untuk berkesenian di sana, dan akhirnya saya tertarik dengan dunia sinematografi,” tutur Om Idol saat berbincang dalam siniar untuk kanal BKM News.

Ketertarikannya terhadap dunia film membawanya pada proses belajar yang panjang. Seiring waktu, fokusnya beralih dari dunia film ke televisi. Ia mulai menekuni sinema elektronik atau sinetron dan menancapkan jejaknya di berbagai produksi populer.

“Setelah belajar tentang film dan seiring waktu berjalan, akhirnya saya lebih banyak ke televisi, atau biasa disebut sinetron,” lanjutnya.

Keputusan besar meninggalkan Makassar diambil pada tahun 1996. Sejak itu, kariernya terus menanjak. Beberapa judul sinetron populer pernah melibatkan dirinya dalam proses produksi. Salah satunya adalah Si Cantik dan Si Buruk Rupa.

Namun, titik pencapaian paling signifikan dalam kariernya adalah saat terlibat dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang mencapai dua ribu episode.

“Dan yang terakhir itu Dunia Terbalik, kurang lebih tiga ribu episode. Itu perjalanan panjang yang luar biasa,” ungkap Om Idol.

Ketertarikan mendalam terhadap proses kreatif di balik layar membuatnya ingin mengambil peran lebih besar. ”Film atau apapun yang kita tonton itu pasti membuat kita bertanya-tanya, siapa yang bikin Kok bisa ada seperti itu Kok nggak pernah kelihatan Nah, di situlah saya tertarik, bahwa sebenarnya di balik layar itu sangat menarik. Ada keasyikan tersendiri. Makanya saya berpikir harus mengambil profesi sebagai sutradara, bagaimana mengarahkan mereka,” ungkapnya.

Meski perjalanan itu penuh tantangan, terutama sebagai pendatang baru di industri hiburan, ia tidak gentar. “Suka dukanya tentu banyak, karena pada saat itu istilahnya kita itu masih anak baru. Namun hal itu kami jadikan sebagai motivasi untuk bisa melangkah maju,” pungkasnya.

Di sisi lain, kisah yang tak kalah inspiratif datang dari Daeng Awi. Pria ini memutuskan meninggalkan Makassar pada tahun 2006. Tidak seperti Idol yang sudah terlebih dahulu bergelut di dunia seni, Daeng Ngawi awalnya hanya seorang pedagang beras.

“Soal perjalanan yah bisa dibilang luar biasa juga, karena yang membuat kita berubah adalah tekad itu. Meninggalkan kampung sebenarnya ada baik dan kurangnya juga. Salah satu kebaikannya adalah wawasan kita bisa bertambah,” ucapnya.

Nasib mempertemukannya dengan sejumlah aktor senior di Jakarta, sebuah perjumpaan sederhana yang mengubah perjalanan hidupnya.

“Waktu itu saya hanya pedagang beras, tapi saya ketemu aktor-aktor senior. Kami ngopi bareng, kenalan, dan dari situ saya diajak ikut mereka,” kenangnya.

Momen paling mengesankan dalam perjalanannya adalah ketika ia berkesempatan beradu lakon dengan Wawan Wanisar, aktor legendaris yang terkenal lewat film Naga Bonar.

“Ada satu hal yang membuat saya kayak mimpi. Saat itu saya pernah syuting dengan Om Wawan Wanisar. Beliau ini salah satu aktor terbaik, dan filmnya yang paling membekas adalah Naga Bonar. Saya sangat senang sekali karena bisa bertemu beliau,” tuturnya penuh haru.

Kisah Om Idol dan Daeng Ngawi menjadi bukti bahwa perjuangan dan tekad bisa membawa seseorang dari pinggiran kota menuju pusat panggung nasional. Mereka tidak hanya mewakili Makassar, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa siapa pun bisa bermimpi besar dan mewujudkannya, sejauh mana pun harus melangkah.
Cerita lengkap mereka bisa disaksikan di kanal Youtube BKM News. (jar)



×


Daeng Awi Jadi Pelakon, Om Idol di Belakang Layar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link