pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ibu Meninggal di Makkah, Anak Bawa Pulang Kopernya

MAKASSAR, BKM — Jemaah haji kelompok terbang (kloter) pertama debarkasih Makassar tiba di tanah air, Rabu malam (11/6). Mereka mengikuti proses penerimaan di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Kloter ini menjadi rombongan perdana yang diberangkatkan melalui Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah pada Rabu (11/6).

Sebanyak 386 jemaah dan enam petugas yang seluruhnya berasal dari Kota Makassar ini diterbangkan ke Indonesia pada pukul 03.30 Waktu Arab Saudi dan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sekitar pukul 21.48 Wita.
Sejumlah jemaah haji terlihat mengenakan baju haji khas Bugis Makassar. Pakaian ini menjadi baju ”kebesaran” sepulang menunaikan ibadah haji di tanah suci.

Selain itu, juga tampak sejumlah jemaah mengenakan baju batik berwarna ungu khas debarkasih Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Sebagian jemaah laki-laki mengenakan serban khas Arab di kepala.

Jemaah haji selanjutnya mendapatkan pembagian air zamzam yang dibagikan, masing-masing sebanyak 5 liter per orang.

Ketua PPIH Ali Yafid mengatakan jemaah haji kloter satu ini tidak utuh kembali ke tanah air, sebagaimana pada saat diberangkatkan pada 2 Mei 2025 lalu.

“Patut disyukuri bahwa kloter satu ini telah tiba kembali di tanah air dengan selamat. Namun kita juga berempati atas wafaatnya saudara kita Amirah Tayyimah Daman usia 68 tahun di Madinah. Semoga beliau husnul khatimah,” ujarnya.

Ali Yafid juga melaporkan bahwa embarkasi UPG Makassar pada tahun ini memberangkatkan 15.876 jemaah haji dari delapan provinsi se-Indonesia Timur dalam 41 kloter. Mereka dipulangkan ke tanah air secara bertahap dalam dua gelombang, mulai 11 Juni sampai 10 Juli 2025.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kesra Pemprov Sulsel Andi Erwin Terwo yang didaulat menyerahkan secara resmi jemaah haji kloter satu ini mewakili Wakil Gubernur, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam opersional penyelenggaraan ibadah haji melalui embarkasi/debarkasi Makassar.

“Sekaligus saya atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memohon maaf kepada selaruh jemaah bilamana dalam pelayanan kami selaku PPIH terdapat hal-hal yang kurang berkenan,” ujarnya.

Koper Almarhumah

Dari ratusan jemaah yang tiba Rabu malam, satu orang bernama Nurdin menjadi perhatian. Ia membawa koper berwarna merah putih dan tertulis nama Amirah Tamiyyah Daman (69).

Usut punya usut, almarhumah Amirah Tammiyyah Daman adalah milik ibunda Nurdin yang wafat di Mekkah, Arab Saudi pada Selasa (13/5) lalu. Sebelumnya, Nurdin menemani ibundanya berangkat ibadah haji dan tergabung dalam kloter satu embarkasi Makassar.

Selama di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang, Nurdin begitu menjaga koper milik ibunya. Koper itu seperti menjadi kenang-kenangan bagi Nurdin dari ibunya yang meninggal di tanah suci, Mekkah, Arab Saudi.

Nurdin menceritakan detik-detik ibunya dipanggil oleh Allah Swt. Nurdin mengaku ibunya meninggal setelah 10 hari berada di Mekkah.

Saat hendak melaksanakan umrah wajib pertama, kondisi Amirah masih dalam kondisi sehat. Namun, pada pukul 01.00 WAS, kondisi kesehatan ibundanya tiba-tiba drop.

“Waktu itu sudah melaksanakan umrah wajib pertama sekitar jam 1 malam. Kita pulang (kembali ke hotel), kesehatan ibu sudah drop,” ujar Nurdin kepada wartawan.

Nurdin mengakui ibunya memiliki riwayat penyakit gula. Usia Amirah juga sudah masuk kategori lanjut, yakni 68 tahun.

“Ibu punya riwayat penyakit gula. Ibu sempat dirawat satu hari di sana (klinik). Kondisi drop, langsung dibawa ke rumah sakit,” ujar Nurdin
.

Nurdin mengaku sudah mengikhlaskan kepergian ibundanya untuk selama-lamanya.Begitu pula dengan keluarga besarnya.

“Keluarga semua sudah tahu kalau ibu meninggal. Ibu dimakamkan di Syarae,” kata dia.

Nurdin mengaku bila di kemudian hari mempunyai rezeki lebih akan membawa anak dan istrinya untuk berangkat umrah. Selain ibadah umrah, nantinya akan ziarah ke makam ibunya.

“Insyaallah kalau ada rezeki, saya bawa anak dan istri serta keluarga ke sana semua untuk ziarah ke makam ibu di Mekkah,” ucap Nurdin.
(jun)



×


Ibu Meninggal di Makkah, Anak Bawa Pulang Kopernya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link