BULUKUMBA, BKM — Koordinator Optimalisasi Lahan dan CSR Pusat Wilayah Pulau Sulawesi, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Wawan Erawan berbicara swasembada pangan di Kabupaten Bulukumba dalam rangka rapat koordinasi (Rakor) swasembada pangan di Aula Balai Penyuluhan Pertanian Ujung Bulu, Bulukumba, Rabu (11/6).
Rakor dengan tema besar melalui percepatan tambah tanah dan optimalisasi lahan ini, dihadiri oleh Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian selaku Pj. LTT wilayah Bulukumba-Sinjai Muhammad Amin, Dandim 1411/Blk Letkol Inf Sarman, sejumlah ASN jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bulukumba dan Sinjai, hingga penyuluh pertanian.
Brigjen Wawan menjelaskan kondisi pangan global yang cukup memperihatinkan. Di tengah ancaman krisis pangan dunia, Indonesia melalui Kementerian Pertanian terus memacu program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Jangan melihat di sekitar kita kalau banyak makanan. Kita harus liat Indonesia, kita liat dari keseluruhan adanya ancaman krisis pangan. Krisis pangan diakibatkan oleh perubahan iklim dunia,” ujar Brigjen TNI Wawan.
Perubahan iklim tak hanya terjadi di daerah Bulukumba dan Sinjai saja. Dari laporan BMKG menyebutkan adanya musim kemarau basah. Itu artinya, di dunia saat ini mengalami perubahan iklim. Menurut Brigjen Wawan, swasembada pangan dapat diwujudkan dengan memanfaatkan dengan baik potensi alam dan sumber daya manusia. Dia pun mengakui lompatan inovasi dari Kementerian Pertanian di bawah komando Andi Amran Sulaiman.
“Saat ini jenderal juga turun kotor-kotoran. Bapak Menteri memadukan segala sumber daya di negara kita, termasuk kami di TNI. Dalam mewujudkan swasembada pangan, pasti akan ada percepatan teknologi,” ujarnya.
“Pak menteri melihat di Indonesia ini petaninya sudah sepuh, makanya perlu regenerasi petani. Makanya dibentuk Brigade Pangan, ketika di daerah tersebut ada optimalisasi lahan. Pertanian kita harus maju dengan teknologi,” sambung Wawan.
Dr Muhammad Amin juga menyinggung kondisi pangan dunia yang sedang tidak baik-baik saja, termasuk Jepang dan China dengan teknologi pertaniannya yang maju. Dia berharap ada surplus ketahanan pangan sebagai salah satu program prioritas pemerintah pusat.
“Kita satu komando di lapangan mewujudkan swasembada pangan dengan melibatkan seluruh stakeholder, termasuk TNI-Polri,” ujarnya.
Dia mengapresiasi target Bulukumba-Sinjai di posisi hijau pada bulan Mei 2025. Posisi yang luar biasa ini berkat kerja keras semua elemen, diharapkan untuk terus memperkuat soliditas tim di lapangan.
“Mari memperkuat semangat kebersamaan. Tantangan kita luar biasa, curah hujan mulai menurun. Kita harus antisipasi kondisi ini,” jelas Muhammad Amin.
Sementara itu, Wabup Andi Edy Manaf mengakui kepemimpinan Presiden Prabowo sangat luar biasa dengan memacu program swasembada pangan. Dia bilang, pertanian terutama di Kabupaten Bulukumba sebagai potensi daerah yang terbesar.
“Sumber daya alam kita untuk pertanian luar biasa. Negara lain ada yang maju pertaniannya tapi minim dengan potensi sumber daya alamnya. Makanya program Pak Prabowo luar biasa,” jelas Edy Manaf.
Wabup dua periode ini, lebih dalam mengapresiasi penyuluh pertanian sehingga Bulukumba bisa mencapai kategori hijau di bulan Mei 2025. Namun demikian, dia meminta penyuluh pertanian harus ikut bertransformasi. “Pak Menteri Pertanian juga sangat luar biasa. Kita butuh dukungan kementerian pertanian untuk fasilitas pertanian yang lebih maju,” imbuhnya. (ful)

