SIDRAP, BKM — Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif tampil sebagai Inspektur Upacara (Irup) Hari Bhayangkara ke-79 di Lapangan Kompleks SKPD, Selasa (1/7). Hari itu bukan sekadar seremonial, bukan pula rutinitas tahunan yang datang dan pergi. Kali ini, Sidrap menyaksikan sesuatu yang berbeda. Untuk pertama kalinya sejak dilantik, Bupati H Syaharuddin Alrif didaulat sebagai Irup.
Dalam amanatnya, Bupati Syaharuddin menekankan bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas Polri. Tapi juga milik bersama. Kolaborasi yang seimbang antara aparatur dan rakyat. “Polri adalah jantung ketertiban. Tapi masyarakat adalah nadinya,” tegasnya.
Hadir pula para pemangku kepentingan Kapolres Sidrap, Ketua DPRD, Wakil Bupati, Plh Kajari, Ketua PN, Plh Sekkab, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga insan pers. Barisan tamu yang menggambarkan harmoni antarlembaga. Hari itu, lapangan SKPD menjelma menjadi ruang kolaborasi. Panggung harapan. Tempat nilai-nilai Bhayangkara digaungkan dengan kesadaran kolektif.
Tak ada pidato yang bertele-tele. Tapi setiap kalimat mengandung makna. Bahwa Polri tidak bisa berjalan sendiri. Masyarakat bukan hanya objek pengamanan, tetapi mitra sejajar dalam menciptakan suasana kondusif. Sidrap kini melangkah dengan irama yang sama. Menjaga, membangun, dan merawat nilai-nilai Bhayangkara dalam bingkai lokalitas. Upacara usai. Namun kesan pagi itu masih menetap. Kebersamaan yang sederhana, tapi otentik. Polri untuk Masyarakat. Sidrap menyambutnya dengan hati terbuka.
Ipda Muh Amel memimpin sebagai komandan upacara sementara AKP Supiadi Ummareng—sosok yang tak asing di kalangan jurnalis—menjadi pembina upacara. (ady/D)

