pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Disdagrin Bulukumba Cabai Besar Turun, Kopi Naik

TINJAU -- Kabid Pengembangan Pasar dan Kemetrologian Disdagrin Kabupaten Bulukumba, Andi Mirza Milanie saat meninjau bahan pokok di salah sdatu Pasar Tradisional Bulukumba, Senin (30/6).

BULUKUMBA, BKM — Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Pemkab Bulukumba merilis laporan perkembangan harga eceran bahan pokok dan kebutuhan penting lainnya di pekan kelima bulan Juni 2025. Laporan perkembangan harga ini, usai Disdagrin meninjau sejumlah pasar tradisional.
Secara garis besar, dari pekan keempat ke pekan kelima Juni 2025, stok bahan pokok di Bulukumba tetap mencukupi. Begitu pun untuk harga-harga bahan pokok tetap stabil, tidak terjadi lonjakan dan penurunan signifikan.

Namun beberapa diantaranya mengalami kenaikan dan penurunan. Harga cabai besar misalnya terjadi penurunan Rp5 ribu per kg, dari harga Rp20 ribu per kg menjadi Rp15 ribu kg. Untuk cabai keriting tetap Rp25 ribu per kg, dan cabai kecil Rp 40 ribu per kg. Harga kol juga mengalami kenaikan, dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per Kg. Tomat sayur dan tomat buah, dari Rp15 ribu menjadi Rp25 ribu per liter. Kemudian harga kopi dari Rp65 ribu menjadi Rp70 ribu per Kg.
Kepala Bidang Pengembangan Pasar dan Kemetrologian Disdagrin Kabupaten Bulukumba, Andi Mirza Milanie mengaku pihaknya melakukan pengawasan rutin untuk stok dan harga bahan pokok setiap pekan. Dia menyebut, beberapa pasar representatif dijadikan sampel.

“Kami rutin pengawasan ke pasar. Kami bersama tim turun ke pasar setiap hari Senin. Untuk sampelnya di Pasar Sentral dan Pasar Cekkeng,” kata Andi Mirza Milanie di Bulukumba, Senin (30/6).
Dia menambahk pihaknya melakukan pengawasan ke pasar-pasar tradisional lainnya yang ada di kecamatan dan desa-desa. Hanya saja pengawasan itu, tidak rutin dilakukan setiap pekan.

“Kalau pasar yang ada di desa, kami biasanya turun pengawasan satu kali dalam dua bulan. Sebab ada 40 titik pasar tradisional di Kabupaten Bulukumba. Jadi untuk acuan daftar harga mingguan, hanya dua atau tiga pasar saja,” jelasnya.
“Kami terus berupaya mengantisipasi akan kecukupan pasokan bahan pokok agar harga tetap stabil. Menjelang hari-hari besar akan dilakukan pasar murah. Jadi para pedagang, diharap kerjasamanya,” sambung Andi Mirza.

Salah satu pengusaha Warung Kopi Bulukumba, Jallo mengungkapkan bahwasanya, kenaikan harga kopi di pasar akan berpengaruh terhadap modal dan keuntungan usahanya. Dia mengaku, rata-rata membeli 2 Kg kopi setiap hari.
“Jelas berpengaruh dengan adanya kenaikan harga kopi. Harga kami per gelasnya tetap atau tidak naik secara otomatis, cuma harga modal yang bertambah,” ujar Jallo kepada BKM kemarin.

Dia berharap agar harga kopi di pasar kembali stabil. Jallo mengatakan, kenaikan harga kopi juga akan berdampak ke konsumen. “Kalau kopi naik, paling yang ada adalah subsidi silang. Kalau harga kopi per gelas kita ikut naikkan, maka akan berdampak ke konsumen. Jadi keuntungan agak menipis,” imbuhnya.(ful)



×


Disdagrin Bulukumba Cabai Besar Turun, Kopi Naik

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link