BULUKUMBA, BKM — Selasa malam (1/7) di Dusun Ta’lohea, Desa Lolisang, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Suasana cukup sunyi. Tetiba terdengar suara ledakan yang cukup keras dari sebuah rumah berlantai dua.
Warga sekitar langsung panik. Mereka langsung berlarian menyelamatkan diri, sambil berusaha mencari tahu sumber ledakan. Ternyata berasal dari rumah milik warga bernama Jasma alias Jaso. Gegara ledakan tersebut membuat perempuan tersebut menjadi korban. Ia mengembuskan napas terakhirnya di lokasi kejadian.
Selain menewaskan satu orang, ledakan yang dahsyat juga mengakibatkan konstruksi sebagian bangunan rumah korban hancur, terutama di bagian dinding. Sebagian tembok yang berada di lantai dua pada sudut rumah jebol. Beruntung, ledakan tak berdampak signifikan ke rumah-rumah tetangga korban.
Salah satu tetangga korban bernama Sunarti menjelaskan awal mula terjadinya ledakan tersebut. Dia menuturkan, peristiwa berlangsung secara tiba-tiba tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.
“Langsung ada suara ledakan yang besar. Tidak ada tanda-tanda sebelumnya akan terjadi ledakan. Tiba-tiba langsung terdengar bunyi yang cukup keras,” terang Sunarti saat mengantar jenazah korban untuk pemeriksaan medis dan identifikasi di RSUD HA Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Rabu (2/7).
Sunarti menuturkan, korban tinggal seorang diri di rumahnya. Pihak keluarga sepakat untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah almarhumah.
“Dia (korban) punya berbagai kesibukan pekerjaan yang membuatnya jarang berada di rumah. Ada anaknya tapi tidak tinggal bersama,” jelas Sunarti.
Aparat kepolisian dari Polsek Kajang langsung bergerak cepat setelah mendapatkan laporan adanya ledakan dahsyat di permukiman warga. Petugas segera mendatangi TKP untuk melakukan pengamanan dan sterilisasi area guna mengantisipasi kemungkinan ledakan susulan atau potensi bahaya lainnya.
Selanjutnya, Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Gegana Satuan Brimob Polda Sulsel melakukan sterilisasi lanjutan di lokasi ledakan pada Rabu pagi (2/7). Sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan ledakan tersebut telah diamankan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Aparat kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mendekat dan memasuki area TKP. Mengingat lokasi masih dalam proses olah TKP dan penyelidikan. Garis polisi (police line) masih terpasang di area tersebut untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto menyampaikan keterangan awal hasil olah TKP. Berdasarkan informasi di lapangan, korban yang tinggal sendiri di rumahnya berprofesi sebagai pedagang ikan dan rumput laut. Ia baru saja tiba dari Kalimantan melalui pelabuhan Parepare.
“Berdasarkan olah TKP awal dan keterangan sejumlah saksi di TKP, yang bersangkutan tinggal sendiri dan berstatus janda,” ungkap AKBP Restu.
Dari dugaan sementara hasil olah TKP Tim Satreskrim yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Bulukumba, ledakan yang terjadi diduga dari bom yang digunakan untuk mengebom ikan.
“Itu dugaan awal. Namun kami masih menunggu keterangan resmi dari tim ahli Jihandak Gegana Brimob Polda Sulsel untuk memastikannya,” tegas AKBP Restu, yang pernah menjabat sebagai Kapolres Pelabuhan Makassar. (ful)

