pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Rektor Unhas Pimpin Rectors High-Level Meeting dalam JWG, Paparkan Ide Konsorsium Riset

Rektor Unhas, Prof Dr Jamaluddin Jompa memimpin pertemuan dan diskusi Rectors High-Level Meeting di forum JWG di Hotel Unhas.

MAKASSAR, BKM — Salah satu rangkaian kegiatan “The 6th Joint Working Group (JWG) Japan–Indonesia dan The 6th Japan-Indonesia Rectors Conference” adalah The Rectors High-Level Meeting atau Pertemuan Tingkat Tinggi para Rektor. Sesi ini berlangsung mulai pukul 14.30 WITA, di Idea Room Unhas Hotel and Convention, Kamis (10/7/2025).

Pertemuan tingkat tinggi ini diikuti oleh para Rektor dari perguruan tinggi negeri Indonesia dan Jepang.

Pada kesempatan ini, Rektor Unhas, Prof Dr Jamaluddin Jompa didaulat untuk memimpin pertemuan dan diskusi.

Momentum ini dimanfaatkan oleh Prof. JJ untuk mempresentasikan gagasan Konsorsium Riset Jepang-Indonesia.

Prof. JJ menyoroti manfaat dari riset kolaboratif, dengan tujuan utama untuk menghasilkan _Enhanced Research Outcomes_.

Melalui kolaborasi strategis lintas institusi dan negara, menurut Prof JJ terdapat lima manfaat utama.

Manfaat pertama adalah Pooling Resources atau penggabungan sumber daya untuk memperkuat kapasitas riset secara menyeluruh.

Yang kedua adalah Global Talent yakni kolaborasi dengan talenta global mendorong lahirnya solusi inovatif terhadap tantangan dunia.

Manfaat ketiga, menurut Prof JJ, adalah Funding Opportunities atau kemitraan riset meningkatkan peluang keberhasilan dalam memperoleh pendanaan internasional.

Yang keempat  yaitu Innovation Acceleration, dimana ada kemitraan industri mempercepat transformasi hasil riset menjadi solusi aplikatif yang siap pasar.

Yang terakhir atau kelima adalah Sustainability & Networks. “Jaringan kolaborasi yang berkelanjutan menjadi fondasi untuk kerja sama jangka panjang dan dampak berkelanjutan,” kata Prof JJ.

Prof. JJ juga memaparkan area prioritas yang menjadi potensi kolaborasi riset antara Indonesia dan Jepang, khususnya dalam kerangka Technological Advancements.

Kolaborasi riset, kata dia, memberikan banyak manfaat yang bisa dioptimalkan, mulai dari penggabungan kapasitas penelitian, akses terhadap talenta global, hingga peluang pendanaan yang lebih luas.

“Kuncinya adalah membentuk konsorsium yang berangkat dari kepentingan bersama dan berbasis human interest. Melalui konsorsium ini, kita dapat membuka akses global, dan dukungan yang kita terima tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari berbagai sektor mitra strategis.” jelas Prof. JJ

Prof. JJ juga menegaskan pentingnya membangun rasa saling percaya dan memperkuat kemitraan antarnegara. Kepercayaan yang semakin kuat (stronger trust) menjadi dasar utama dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan.

Forum JWG diharapkan tidak hanya menjadi pertemuan rutin dan seremonial, tetapi berkembang menjadi kemitraan nyata yang saling menghormati, saling menguntungkan, dan membawa dampak langsung pada hubungan antarwarga (people-to-people relations) antara Indonesia dan Jepang.

Prof. JJ menyampaikan rasa bangga karena Universitas Hasanuddin dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan bergengsi ini.

“Kami bangga Unhas menjadi tuan rumah pertemuan yang prestisius ini. Selain menjadi tempat diskusi, pertemuan ini juga memutuskan siapa tuan rumah selanjutnya dalam rangka kesinambungan kolaborasi ke depan.” kata Prof. JJ.

Sebagai penutup, Prof. JJ mendorong seluruh peserta untuk segera merealisasikan kerja sama konkret. Dari pihak Indonesia, khususnya Unhas, menawarkan kontribusi dalam bentuk ide, sains, dan teknologi.

Delegasi Hiroshima University yang mendampingi Rektor Unhas dalam forum ini, menyampaikan bahwa meskipun belum seluruh agenda kolaborasi diformulasikan secara formal, diskusi yang berlangsung telah membangun rencana awal dan membuka jalan bagi kerja sama yang lebih terarah di masa depan.

“Joint Working Group ini menjadi arena penting untuk mendiskusikan ide-ide kolaborasi tematik. Kami mengapresiasi inisiatif dari Unhas yang telah memulai langkah konkret dengan membentuk kelompok kerja tematik sebagai wake up call bagi kolaborasi ke depan,” tambahnya.

Delegasi Jepang tersebut juga menegaskan bahwa saat ini belum ada keputusan final terkait proyek bersama, namun komunikasi yang telah dibangun membuka peluang besar untuk mulai merancang kolaborasi nyata di berbagai bidang, termasuk keterlibatan industri dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Delegasi Jepang berharap diskusi ini tidak berhenti di forum ini saja, melainkan dapat terus berlanjut dalam bentuk implementasi riset kolaboratif, pertukaran kebudayaan, dan inisiatif strategis lintas institusi di masa mendatang. (rls)



×


Rektor Unhas Pimpin Rectors High-Level Meeting dalam JWG, Paparkan Ide Konsorsium Riset

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link