MAKASSAR, BKM–Prestasi membanggakan berhasil ditorehkan oleh tim siswa Sekolah Madania setelah meraih medali emas dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia.
Kompetisi internasional tersebut diikuti oleh peserta dari 17 negara yang menampilkan berbagai inovasi dan karya penelitian terbaik dari para penemu muda dunia.
Keberhasilan tim Madania meraih medali emas tidak lepas dari inovasi mereka yang mengolah kulit buah delima menjadi deodoran alami. Inovasi tersebut dinilai memiliki manfaat dalam membantu mengurangi bau badan berkat kandungan antibakteri yang terdapat pada kulit delima.
Tim yang mengikuti kompetisi tersebut terdiri atas Nur Nazifah Rahmadhani Salman (kelas 8), Eliza Nisrina Fathi Azis (kelas 9), Nadiya Haafiza Salsabila (kelas 9), Andi Noor Ichwan Muallim Muchtar (kelas 8), Andi Ayun Talitha Majdah Ridzky (kelas 7), dan Muh. Farid Fuad DM (kelas 9). Kelompok ini diberi nama The Five.
Ketua tim, Eliza Nisrina Fathi Azis, mengatakan keikutsertaan mereka dalam kompetisi internasional itu berawal dari informasi yang diperoleh dirinya bersama Nadiya Haafiza Salsabila.
”Awalnya saya berdua dengan Nadia yang dapat informasi lomba ini, terus kita berdua usulkan ke Pak Ridwan terkait dengan ide kita untuk mengikuti kompetisi ini,” ujar Eliza.
Menurut Eliza, penentuan nama kelompok juga sempat menjadi pembahasan tersendiri di antara anggota tim.
”Untuk nama grup, sebenarnya kami sempat bingung hingga akhirnya Nadia mengusulkan bahwa namanya adalah The Five,” katanya.
Sementara itu, Nadiya Haafiza Salsabila mengungkapkan bahwa informasi mengenai WYIE 2026 pertama kali ia peroleh melalui media sosial. Ketertarikannya untuk mengikuti kompetisi tersebut muncul setelah mengetahui bahwa orang yang membagikan informasi itu pernah menjadi peserta dalam ajang yang sama.
”Saya dapat informasi itu melalui sosial media dan kebetulan orang yang membagikan itu ternyata dia juga pernah mengikuti ajang tersebut. Nah kemudian saya tertarik dan mengajak Eliza untuk mengikuti lomba ini hingga akhirnya mengajak teman-teman yang lain,” tutur Nadiya.
Setelah tim terbentuk, mereka mulai berdiskusi untuk menentukan inovasi yang akan dikembangkan dan dipresentasikan dalam kompetisi tersebut.
”Setelah merekrut tim kami akhirnya berdiskusi dulu untuk memutuskan ide-ide apa saja yang akan kita kembangkan,” ujarnya.
Nadiya menjelaskan bahwa ide membuat deodoran dari kulit delima muncul setelah mereka mengetahui adanya inovasi serupa yang memanfaatkan buah maja sebagai bahan dasar deodoran spray.
”Awalnya kan sekolah lain pernah buat seperti ini, deodorant spray dari buah juga tapi buah yang dipakai itu buah maja. Maka dari itu kami juga berpikir kalau sepertinya bisa pakai buah delima, karena delima kan mengandung antibakterial seperti polifenol, flavonoid, dan elagic acid. Nah antibakterial itu kan sangat baik untuk mengurangi bau badan atau keringat saat beraktivitas,” jelasnya.
Keberhasilan meraih medali emas menjadi momen yang sangat mengharukan bagi seluruh anggota tim. Nur Nazifah Rahmadhani Salman mengaku tidak menyangka inovasi yang mereka kembangkan mampu menjadi yang terbaik di antara peserta dari berbagai negara.
”Jujur dari awal itu saya sangat tegang. Makanya pas pengumuman dan kami dinyatakan juara itu saya terharu dan menangis karena kita tidak pernah menyangka kalau bisa menang,” ungkap Nur Nazifah.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas, kerja sama tim, dan semangat inovasi para pelajar Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.
Keberhasilan tim Sekolah Madania juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus berinovasi dan berani menunjukkan karya terbaiknya di panggung dunia.(jar)

