pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

MPLS SMAN 12, Kapolsek Manggala Bekali Siswa Tangkal Hoaks

ist EDUKASI--Kapolsek Manggala Kompol Semuel To'longan beri edukasi ke siswa yang mengikuti MPLS di SMAN 12 akan bahaya perundungan (bullying), hoaks, radikalisme, hingga terorisme.,kemarin.

‎MAKASSAR, BKM–Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMAN 12 Makassar dimanfaatkan sebagai momentum membangun karakter peserta didik baru melalui edukasi mengenai bahaya perundungan (bullying), hoaks, radikalisme, hingga terorisme.‎
‎Kegiatan tersebut menghadirkan Kapolsek Manggala Kompol Semuel To’longan, sebagai narasumber, Selasa (14/7).‎

‎Sosialisasi yang berlangsung di Aula SMAN 12 Makassar, Kelurahan Antang, Kecamatan Manggala, sejak pukul 08.30 WITA itu diikuti ratusan siswa baru Tahun Ajaran 2026/2027. Turut hadir Kepala SMAN 12 Makassar, Hj. Ariani, jajaran dewan guru, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Antang,Aiptu Zulkifli.‎
‎Dalam pemaparannya, Kompol Semuel menegaskan bahwa MPLS tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga sarana membentuk karakter dan mental generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan di era digital.‎

‎”MPLS bukan hanya menjadi ajang mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga momentum membentuk karakter peserta didik. Kami ingin para siswa memahami bahaya bullying, hoaks, radikalisme, dan terorisme sejak dini agar mampu menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, serta bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial maupun bergaul di lingkungan sekolah,” ujarnya.

‎‎Kapolsek menjelaskan berbagai bentuk kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan, mulai dari perundungan secara fisik, verbal, hingga melalui media sosial. Para siswa diingatkan agar tidak menjadi pelaku maupun membiarkan tindakan bullying terjadi di lingkungan sekolah.

‎Selain itu, peserta didik juga dibekali pemahaman mengenai bahaya radikalisme dan terorisme yang dapat menyasar kalangan remaja melalui berbagai media, terutama platform digital. Menurutnya, kemampuan menyaring informasi dan berpikir kritis menjadi benteng utama dalam menangkal pengaruh negatif tersebut.‎
‎Para siswa diimbau agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, menghindari penyebaran berita bohong (hoaks), serta berani melaporkan kepada guru maupun pihak kepolisian apabila menemukan indikasi tindakan kekerasan atau penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.‎

‎Kompol Semuel juga mengajak seluruh peserta didik untuk menanamkan nilai toleransi, menghormati perbedaan, serta menjaga persatuan dan kesatuan di lingkungan sekolah.
‎‎”Jangan pernah takut melapor jika melihat atau mengalami perundungan maupun tindakan yang mengarah pada penyebaran paham radikal. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Mari saling menghormati, menjaga persatuan, serta menjauhi narkoba, tawuran, dan berbagai bentuk kenakalan remaja,” tegasnya.

‎‎Tak hanya membahas bullying dan radikalisme, Kapolsek Manggala turut mengingatkan para siswa agar menjauhi penyalahgunaan narkoba, minuman keras, tawuran, hingga pelanggaran lalu lintas yang dapat merusak masa depan mereka.‎Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang mendapat respons antusias dari para peserta.(jar)




×


MPLS SMAN 12, Kapolsek Manggala Bekali Siswa Tangkal Hoaks

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link