MAKASSAR, BKM–Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyoroti meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial yang melibatkan generasi muda, mulai dari maraknya geng motor hingga fenomena anak-anak yang terjerumus dalam pergaulan menyimpang.
Dewan menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, terutama keluarga sebagai benteng utama pembinaan karakter anak.
Anggota DPRD Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso mengatakan, penguatan pengawasan lingkungan menjadi salah satu langkah yang perlu dilakukan untuk mencegah berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, peran masyarakat dan keluarga harus berjalan beriringan agar anak-anak tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif.
Ia menilai keberadaan pos keamanan lingkungan (poskamling) perlu kembali diaktifkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kontrol sosial di tingkat masyarakat.
“Persoalan yang kita hadapi hari ini tidak hanya soal keamanan lingkungan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda karena itu saya berpandangan poskamling perlu kembali dihidupkan. Poskamling bukan sekadar tempat ronda malam, tetapi menjadi ruang interaksi warga untuk saling mengenal dan saling menjaga. Ketika lingkungan hidup dan masyarakat saling peduli, maka potensi munculnya berbagai persoalan sosial bisa lebih cepat dideteksi dan dicegah sejak awal,” ungkapnya, Rabu (3/6).
Ketua DPD PKS Makassar itu juga menilai pemerintah perlu memperkuat program pembinaan sosial melalui regulasi yang berorientasi pada edukasi dan pendampingan masyarakat. Ia juga berpandangan bahwa pendekatan yang harus dikedepankan adalah edukasi dan pembinaan. Pemerintah harus hadir memberikan pemahaman, pendampingan, serta memperkuat peran keluarga dan lingkungan sosial.
“Tujuannya bukan untuk menghukum, tetapi bagaimana menghadirkan solusi yang mampu melindungi generasi muda dari berbagai pengaruh yang dapat mengganggu perkembangan mereka yang terpenting adalah membangun kesadaran bersama agar anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan positif,” katanya.
Sementara itu, anggota DPRD Makassar, Rezeki Nur secara khusus menyoroti laporan mengenai semakin banyaknya anak-anak dan remaja yang terlibat dalam berbagai persoalan sosial, termasuk geng motor dan perilaku menyimpang yang meresahkan masyarakat. Menurutnya, pengawasan orang tua menjadi faktor paling penting dalam mencegah anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan yang dapat merusak masa depan mereka.
“Kami menerima berbagai laporan yang menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Karena itu saya mengingatkan kepada seluruh orang tua agar tidak lengah dalam mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai anak kita menjadi korban ataupun pelaku dari berbagai persoalan sosial yang berkembang saat ini (LGBT). Orang tua harus mengetahui dengan siapa anak bergaul, ke mana mereka pergi, dan aktivitas apa yang mereka lakukan setiap hari. Pengawasan keluarga adalah benteng pertama yang tidak bisa digantikan oleh siapa pun,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar orang tua lebih peka terhadap aktivitas anak, terutama ketika berada di luar rumah hingga larut malam.
“Kalau anak belum pulang sampai malam, orang tua harus segera mencari tahu keberadaannya jangan menunggu sampai ada masalah baru kemudian menyesal. Pencegahan harus dilakukan sejak dini, anak-anak membutuhkan perhatian, pendampingan, dan komunikasi yang baik dari keluarga. Jika keluarga kuat, maka kemungkinan mereka terjerumus ke dalam pergaulan negatif akan jauh lebih kecil,” katanya.
Legislator Fraksi PKS Makassar ini juga menambahkan, penanganan persoalan generasi muda tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau aparat keamanan. Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemerintah agar pembinaan terhadap anak-anak dapat berjalan maksimal.
“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga generasi muda mereka adalah masa depan Kota Makassar. Karena itu diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk memastikan anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan memiliki arah yang jelas untuk masa depannya,”tuturnya. (ita)

