BULUKUMBA, BKM–Meski hari libur, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Bulukumba tetap melanjutkan pembahasan Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bulukumba tahun 2025-2029 di ruang rapat Komisi 4 DPRD Kabupaten Bulukumba, Sabtu (2/8).
Rapat dipimpin Ketua Pansus RPJMD DPRD Kabupaten Bulukumba, H. Syamsir Paro, didampingi wakil ketua Efhi Wahyudi Masri atau H. Adan.
Selain itu, pembahasan Ranperda RPJMD juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, Fahidin HDK, serta anggota Pansus, di antaranya Kaspul BJ, Samsir dan Ketua Bapemperda DPRD, H. Safiuddin. Pembahasan turut dihadiri sejumlah jajaran eksekutif, serta tim penyusun RPJMD.
Rapat yang berlangsung cukup alot tersebut, sempat diskorsing pada pukul 17.00 Wita. Selanjutnya skorsing dicabut dan rapat dilanjutkan kembali pada pukul 21.00 Wita.
Rapat ini menunjukkan komitmen dalam menyusun arah pembangunan daerah yang berkelanjutan, meskipun harus meluangkan waktu di luar hari kerja. Pembahasan RPJMD menjadi bagian krusial dalam menyelaraskan visi dan misi kepala daerah dengan kebutuhan masyarakat selama lima tahun ke depan.
Ketua Pansus, Syamsir Paro menguraikan sederet alasan kenapa pembahasan Ranperda RPJMD tetap dilaksanakan di hari libur. Kata dia, berdasarkan regulasi, Perda RPJMD ditetapkan paling lambat 20 Agustus 2025 mendatang.
Syamsir Paro yang juga merupakan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini, mengaku pembahasan Ranperda RPJMD sudah hampir rampung. Dia menyebut, agenda pembahasan ke depan sisa pada tahap finishing dan penyempurnaan.
“Insya Allah pembahasan Ranperda RPJMD selesai tepat waktu. Berdasarkan hasil rapat Bamus, persetujuan bersama antara Bupati dan DPRD terkait Ranperda RPJMD ini, dijadwalkan pada 8 Agustus 2025,” kata Syamsir Paro, Minggu (3/8).
Legislator yang dikenal merakyat dan berjiwa sosial ini, lebih jauh berpendapat pentingnya menguliti Ranperda RPJMD. Sebab itu, kata Syamsir Paro, hampir semua organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemkab Bulukumba dihadirkan saat pembahasan.
“Paling penting kita pertajam saat pembahasan adalah sektor pariwisata. Seperti angka kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik. Sebab pariwisata, masih menjadi sektor andalan pendapatan asli daerah (PAD) kita,” kata dia.
Namun demikian, sektor-sektor lain tetap menjadi perhatian utama di Ranperda RPJMD, seperti sektor pendidikan, kesehatan dan lainnya. Apalagi RPJMD ini, merupakan implementasi dari janji politik Bupati dan Wakil Bupati yang pernah disampaikan kepada masyarakat.(ful/rif)

