PINRANG, BKM — Bupati Pinrang HA Irwan Hamid menerima audiensi jajaran PT PLN Nusantara Power, anak usaha PLN yang membawahi operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bakaru, di ruang rapat Bupati Pinrang, Selasa (5/8).
Pertemuan menjadi forum strategis untuk membahas rencana kerja sama perbaikan infrastruktur jalan yang menjadi akses utama menuju PLTA Bakaru sekaligus urat nadi mobilitas masyarakat di empat desa: Ulusaddang, Salimbongan, Bakaru, dan Basseang.
Irwan menegaskan bahwa kondisi jalan yang rusak parah telah lama menjadi keluhan masyarakat, sekaligus berpotensi mengganggu kelancaran operasional pembangkit listrik yang memiliki peran penting dalam pasokan energi kawasan.

“Kerusakan jalan ini tidak hanya berdampak pada operasional PLTA, tetapi lebih penting lagi, sangat menyulitkan warga empat desa dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Maka, ini adalah persoalan kemanusiaan sekaligus pembangunan,” tegas Bupati Irwan.
Dia berharap PT PLN Nusantara Power dapat membuka ruang kolaborasi dan skema berbagi peran (sharing responsibility) dalam perbaikan jalan tersebut. Bahkan, Pemkab Pinrang menyatakan kesiapan untuk melakukan komunikasi lebih lanjut ke level direksi jika diperlukan, demi memperkuat komitmen bersama.
Menanggapi hal tersebut, pihak PT PLN Nusantara Power menyambut positif ajakan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terlibat aktif dalam pembenahan jalan. Namun demikian, PLN mengungkapkan bahwa sebagian besar anggaran perbaikan yang telah dialokasikan tahun ini terpaksa dialihkan untuk menangani dampak longsor di sejumlah titik, khususnya untuk penguatan tebing yang mendesak demi menjaga keberlanjutan operasional PLTA Bakaru.
Pihak PLN juga menyampaikan bahwa mereka tengah menghadapi tantangan efisiensi anggaran menyusul instruksi pemerintah pusat, namun tetap akan melakukan survei ulang guna menghitung kembali kebutuhan perbaikan dan menjajaki bentuk kontribusi yang memungkinkan.
“Koordinasi lanjutan dan pembagian tanggung jawab akan kami bahas secara teknis bersama Pemkab. Prinsipnya, kami siap berkolaborasi,” ujar perwakilan PLN dalam pertemuan itu.
Irwan berharap komunikasi yang sudah dibangun ini menjadi pintu masuk bagi langkah konkret dalam penanganan persoalan jalan secara bertahap, dengan mengedepankan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama. (ady/C)

