pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Fahrizal Arrahman Menantang Status Quo Pendidikan Makassar

‎MAKASSAR, BKM–Di tengah dinamika politik Kota Daeng, satu nama mencuri perhatian, dr Fahrizal Arrahman Husain, atau akrab disapa dr Ichal.
Politisi muda dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini bukan sekadar dokter yang memilih jalur parlemen, melainkan representasi generasi baru yang berani menantang ketimpangan kebijakan publik.

‎‎Dengan raihan sekitar 12 ribu suara di Dapil 1 Makassar Ujungpandang, Makassar, Rappocini. dr Ichal sukses mengantar PKB menambah kursi di DPRD Makassar, menjadikannya salah satu sosok paling diperhitungkan di gelanggang politik lokal.
‎‎Sebagai Wakil Ketua Komisi D DPRD Makassar, ia menegaskan dua prioritas perjuangan pendidikan dan kesehatan. Namun, bagi dr Ichal, pendidikan bukan sekadar program wajib belajar. “Semua anak harus punya kepastian menempuh pendidikan minimal sembilan tahun. Tapi ini bukan hanya soal wajib belajar ini soal bagaimana negara hadir menjamin hak anak bangsa,” ungkapnya, Senin (1/9).

‎‎Dr Ichal secara terbuka menyoroti lemahnya komitmen pemerintah terhadap pemerataan pendidikan. Ia menuntut kebijakan pendidikan gratis yang nyata, bukan sekadar jargon politik. “Pendidikan gratis harus betul-betul ada, bukan sekadar wacana. Kalau Indonesia mau bicara soal Indonesia Emas 2045, ya mulai dari sini: jangan ada anak yang berhenti sekolah karena biaya,” ujarnya.

‎‎Kritiknya mengarah tajam pada kondisi pendidikan di Makassar. Di balik megahnya pembangunan kota, dr Ichal mengingatkan masih ada pulau-pulau dan wilayah pinggiran yang tertinggal. Infrastruktur sekolah yang rapuh, tenaga pengajar yang minim, hingga fasilitas belajar yang timpang menjadi catatan keras baginya. “Makassar tidak boleh hanya tumbuh di pusat kota. Anak-anak di pulau dan pesisir harus merasakan keadilan pendidikan yang sama,” ucapnya.

‎‎Latar belakang medis menjadikan dr Ichal lebih peka terhadap persoalan kesejahteraan rakyat. Ia melihat pendidikan dan kesehatan sebagai dua pilar fundamental yang menentukan kualitas sumber daya manusia. “Kalau kesehatan dan pendidikan tidak dijadikan prioritas, bicara soal kemajuan hanya akan jadi mimpi di atas kertas,” katanya.
‎‎Sosok dr Ichal kini menjadi simbol pergeseran wajah politik DPRD Makassar. Generasi muda hadir tidak sekadar sebagai penonton, tetapi pemain yang membawa idealisme baru. PKB pun mendapat suntikan energi politik baru lewat suaranya yang membahana di bilik pemilih.

‎‎Dengan semangat politik berbasis pelayanan publik, dr Ichal bukan hanya menambah warna di parlemen kota, tetapi juga mengirim pesan bahwa politik harus kembali ke akarnya keberpihakan kepada rakyat. (ita/rif)



×


Fahrizal Arrahman Menantang Status Quo Pendidikan Makassar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link