pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

‎Dies Natalis ke-69 Unhas, Menteri Amran Bicara Pendidikan dan Swasembada Pangan



MAKASSAR, BERITAKOTAMAKASSAR.COM-– Perayaan Dies Natalis ke-69 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Gedung Baruga A.P. Pettarani, Sabtu (13/9), tidak hanya menjadi momentum refleksi capaian kampus merah.

Acara yang digelar melalui rapat senat terbuka luar biasa ini juga dirangkaikan dengan pesan penting dari Rektor Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa serta Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

‎Dalam sambutannya, Rektor Unhas menyoroti keterbatasan dana APBN pasca kampus berstatus Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Meski begitu, ia menegaskan kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Unhas untuk berinovasi. Salah satu strategi utama adalah memperkuat sektor usaha kampus dan menggerakkan kontribusi alumni melalui dana abadi.

‎”Dana abadi Unhas sudah mencapai lebih dari Rp24 miliar, naik signifikan dari awal Rp200 juta. Tapi jumlah itu masih tertinggal dibanding universitas besar lain. Karena itu, kami mengajak alumni, pejabat, dan seluruh mitra untuk bersama-sama memperkuat dana abadi ini,” ungkapnya.

‎Ia juga menekankan komitmen kampus menjaga agar biaya kuliah tetap terjangkau. Pada tahun akademik 2024–2025, Unhas menyalurkan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) senilai Rp9,36 miliar untuk 5 ribu mahasiswa. “Tidak boleh ada mahasiswa Unhas yang berhenti kuliah hanya karena biaya,” bebernya.

‎Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya pendidikan berkualitas sebagai kunci mempersiapkan generasi penerus bangsa. Ia juga menyinggung capaian swasembada pangan yang menurutnya segera dapat diwujudkan.

‎”Empat tahun terakhir kita berada di jalur swasembada. Insyaallah dalam tiga bulan ke depan Indonesia bisa mengumumkan swasembada tercepat, sesuai perintah Presiden. Ini doa semua petani dan masyarakat Indonesia,” ujarnya.

‎Menteri asal Sulsel itu juga menegaskan komitmen pemerintah memperkuat transformasi pertanian, dari tradisional menuju modern. Tahun depan, pemerintah menargetkan pencetakan sawah baru hingga 500 ribu hektare. “Kami ingin membangun pertanian sehat, berkeadilan, dan menyejahterakan petani. Data BPS sudah menunjukkan peningkatan kesejahteraan petani,” jelasnya.

‎Amran juga menegaskan sikap pemerintah terhadap praktik beras oplos. “Tidak ada kompromi. Harus ditindak tegas. Negara hadir untuk melindungi kepentingan rakyat, khususnya petani,” tegasnya.

‎Dengan kehadiran dua tokoh ini, perayaan Dies Natalis Unhas ke-69 tidak hanya menjadi refleksi capaian akademik kampus, tetapi juga wadah menyuarakan aspirasi pendidikan sekaligus arah kebijakan pangan nasional. (Ita)



×


‎Dies Natalis ke-69 Unhas, Menteri Amran Bicara Pendidikan dan Swasembada Pangan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link