MAROS, BERITAKOTAMAKASSAR.COM — Tim Allotani dari PPK Ormawa KM Pilar Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin kembali melaksanakan program penguatan kapasitas petani muda melalui kegiatan Pelatihan Pembuatan Produk Turunan Sorgum dan Penanganan Pasca Panen Melon. Kegiatan ini berlangsung di Posko Allotani, Dusun Padang Assitang, Desa Borikamase, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Sabtu, 13 September 2025.
Hadir sebagai pemateri utama Catherine Benita Putri S, mahasiswa Fakultas Pertanian Unhas sekaligus anggota Tim PPK Ormawa. Ia membawakan materi terkait pengolahan sorgum menjadi produk turunan bernilai tambah, dan teknik penanganan pascapanen melon agar kualitas hasil panen tetap terjaga.
Dalam pemaparannya, Catherine menekankan pentingnya inovasi dalam pemanfaatan sorgum sebagai salah satu sumber pangan alternatif yang kaya nutrisi dan berpotensi mendukung diversifikasi pangan lokal. Peserta diajak mengenal berbagai produk turunan sorgum seperti tepung sorgum, olahan makanan ringan, hingga minuman berbahan dasar sorgum.
Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai langkah-langkah penanganan pascapanen melon, mulai dari sortasi, pembersihan, pengemasan, hingga penyimpanan yang baik untuk menjaga kesegaran buah serta memperpanjang umur simpannya.
Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh masyarakat, khususnya petani muda dan anggota Sanggar Tani Desa Borikamase. Mereka tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga kesempatan untuk praktik langsung dalam mengolah bahan sorgum menjadi produk sederhana serta mempraktikkan cara penanganan pascapanen melon yang sesuai standar.
Melalui kegiatan ini, Tim Allotani berharap masyarakat Desa Borikamase dapat semakin memahami pentingnya inovasi pertanian dan pengolahan pasca panen. Upaya ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta membuka peluang usaha baru bagi petani muda.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif, sesi tanya jawab, dan foto bersama, sekaligus penegasan komitmen tim Allotani dalam mendukung pembangunan pertanian desa yang berkelanjutan. (*)

