MAKASSAR, BKM.COM— Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PDIP, Mesakh Raymond Rantepadang, menggelar reses pertama masa persidangan I tahun sidang 2025/2026 di tiga titik berbeda, Senin (13/10/2025). Dalam kegiatan tersebut, Mesakh menerima beragam aspirasi masyarakat, mulai dari bau sampah dari TPA Antang, kebutuhan air bersih, pemasangan CCTV di lorong-lorong, hingga pembangunan pos kamling untuk menjaga keamanan lingkungan.
Dalam dialog yang berlangsung di Kelurahan Bangkala, sejumlah warga menyampaikan bahwa bau menyengat dari TPA Antang semakin parah, terutama saat angin berembus ke arah pemukiman. Kondisi ini mengganggu kenyamanan dan aktivitas harian masyarakat.
“Sudah lama kami mencium bau ini, apalagi kalau siang hari. Kami harap ada tindakan nyata agar udara di sekitar kami bisa lebih bersih,” ungkap seorang warga.
Menanggapi hal tersebut, Mesakh menegaskan bahwa persoalan TPA Antang memang sudah menjadi perhatian serius DPRD. Ia berjanji akan kembali mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar mempercepat langkah penanganan, baik melalui pengelolaan sampah modern maupun pengendalian bau.
“Masalah sampah ini bukan hal baru, tapi harus ada tindakan nyata. Kami siap mendesak pemerintah agar penanganannya lebih maksimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selain masalah lingkungan, warga juga mengeluhkan minimnya akses air bersih di beberapa wilayah Bangkala. Warga menyebut pasokan air dari PDAM kerap tidak lancar, terutama di malam hari.
“Kadang kami harus menampung air dari sore, karena malam airnya mati. Kalau pagi, tekanannya kecil,” keluh seorang ibu rumah tangga.
Menjawab keluhan itu, Mesakh berjanji akan berkoordinasi dengan pihak PDAM untuk memastikan distribusi air bersih lebih merata.
“Kami akan komunikasikan langsung ke PDAM agar aliran air ke rumah warga bisa stabil. Air bersih ini kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda,” tegasnya.
Di bidang keamanan, Mesakh juga menyoroti aspirasi warga soal pemasangan CCTV dan pembangunan pos kamling di sejumlah lorong. Warga berharap agar dua fasilitas tersebut bisa membantu mengurangi kasus pencurian dan gangguan kamtibmas.
“CCTV dan pos kamling ini penting untuk menjaga lingkungan tetap aman. Kami akan dorong Dinas Kominfo memperluas jaringan CCTV dan meminta kelurahan aktif membina kelompok keamanan lingkungan,” jelas legislator dari dapil Mamajang, Mariso, dan Tamalate itu.
Mesakh turut menyampaikan bahwa beberapa aspirasi masyarakat pada masa reses sebelumnya telah terealisasi, seperti perbaikan drainase dan penataan jalan di kawasan Sakura dan sekitar Jembatan Abd Dg Sirua. Namun, sebagian lainnya masih tertunda akibat kendala teknis, termasuk hilangnya data aspirasi karena komputer miliknya sempat terbakar.
“Sekarang kami kumpulkan ulang seluruh data agar tidak ada aspirasi warga yang terlewat. Semua akan kami perjuangkan melalui dinas terkait,” terangnya.
Ia menegaskan, kegiatan reses bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi wadah penting menjembatani suara warga dengan pemerintah.
“Setiap masukan warga akan kami catat dan perjuangkan. Melalui reses seperti ini, komunikasi dan kepercayaan antara wakil rakyat dan masyarakat bisa semakin kuat,” tutup Mesakh.

