MAKASSAR, BKM–Komisi D DPRD Sulawesi Selatan memberikan perhatian serius terhadap progres pekerjaan jalan di berbagai wilayah provinsi ini. Sorotan itu disampaikan dalam rapat kerja pembahasan Evaluasi Triwulan III APBD 2025 bersama Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, yang berlangsung di Kantor Bina Marga, Jalan AP Pettarani, Selasa (18/11).
Legislator Golkar selaku Ketua Komisi D DPRD Sulsel, HA Kadir Halid, mengungkapkan bahwa realisasi sejumlah proyek jalan masih jauh dari optimal, meski anggaran yang disiapkan pemerintah cukup besar.
“Pengerjaan jalan itu anggarannya besar, tapi realisasinya masih sedikit,”ujarnya.
Menurut Kadir Halid, sejumlah pekerjaan jalan memang menunjukkan progres fisik hingga 70 persen, namun realisasi keuangannya justru masih berada di bawah angka tersebut.
Kadir menegaskan pentingnya percepatan pembayaran kepada kontraktor agar pelaksanaan proyek tidak terhambat. “Tidak semua kontraktor punya dana yang besar. Kalau mereka terlambat dibayar, itu menjadi kendala,”jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi yang baru, Andi Ihsan telah menunjukkan komitmen untuk mempercepat realisasi keuangan dan progres fisik proyek.
Dalam rapat tersebut, pihak Bina Marga menyatakan optimistis seluruh pekerjaan jalan dapat dirampungkan sebelum akhir tahun anggaran.
“Dua bulan tersisa? Bisa, bisa. Mereka optimis semua pekerjaan bisa diselesaikan sampai pertengahan Desember,”jelasnya.
Komisi D juga menekankan pentingnya percepatan penanganan sejumlah proyek prioritas. Salah satunya adalah titik longsor di Bulu Dua, Kabupaten Soppeng, yang diminta segera ditangani.
“Pak Kadis akan langsung meninjau soal itu,” tambahnya.
Dalam rapat turut dibahas perkembangan proyek multiyears yang menjadi bagian penting pembangunan infrastruktur jalan di Sulsel. Kadir menyebut bahwa dari lima paket pekerjaan, baru dua yang telah selesai secara fisik. “Ada pembahasan soal rencana multi-years. Dari lima paket, baru dua yang selesai, paket satu dan paket tiga,”jelasnya. (rif)

