pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Sulsel Tetap Solid dan Berkontribusi pada Ekonomi Daerah

STABILITAS -- Moch Muchlasin, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat didampingi Arief Machfoed, Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan perizinan Lembaga Jasa Keuangan dan Amiruddin Muhidu, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen, sedang menjelaskan mengenai stabilitas sektor jasa keuangan Sulsel.

MALANG, BKM — Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menilai bahwa kinerja sektor jasa keuangan di Sulawesi Selatan tetap berada dalam kondisi stabil dan mampu memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di Provinsi Sulawesi Selatan.
”Stabilitas ini tercermin dari sejumlah indikator fundamental pada Perbankan, Pasar Modal, dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) yang tetap terkendali dengan kinerja sektor jasa keuangan yang tumbuh positif sejalan dengan pertumbuhan perekonomian Sulawesi Selatan yang tumbuh 5,01 persen pada triwulan III 2025,” kata Moch. Muchlasin,
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat di sela acara media gathering OJK Sulsel dan Sulbar di Malang, Jawa Timur,
Didampingi Arief Machfoed, Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku Pelaku
Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan perizinan Lembaga Jasa Keuangan dan Amiruddin Muhidu, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen, Muchlasin menambahkan, pada sektor perbankan, intermediasi berjalan baik dengan penyaluran kredit yang terus meningkat khususnya pada sektor-sektor produktif yang menjadi penopang utama ekonomi daerah.
Pada posisi September 2025, kinerja perbankan di Sulawesi Selatan tetap terjaga dengan pertumbuhan positif pada Total Aset, Dana Pihak Ketiga dan Kredit.
”Total aset perbankan tumbuh sebesar 5,05 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp209,43 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 7,51 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp143,80 triliun,” kata Michael, sapaan akrab Muchlasin.
DPK di Provinsi Sulawesi Selatan didominasi oleh tabungan dengan share 57,74 persen dan memberikan andil sebesar 3,51 persen terhadap pertumbuhan DPK.
Adapun kredit yang disalurkan tumbuh sebesar 4,04 persen (yoy) dengan nominal mencapai Rp169,88 triliun. Penyaluran kredit di Sulawesi Selatan didominasi penyaluran kredit produktif sebesar 53,51 persen.
Namun dari sisi pertumbuhan kredit didorong kredit konsumtif yang tumbuh sebesar 7,44 persen. Jika dilihat berdasarkan sektor ekonomi, kredit yang disalurkan pada sektor perdagangan besar dan eceran memiliki porsi terbesar dengan share 22,79 persen.
Kinerja intermediasi perbankan di Sulawesi Selatan terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 120,35 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah berada di level 3,66 persen.
Perbankan Syariah turut menunjukkan pertumbuhan positif pada posisi September 2025. Hal ini tercermin dari aset perbankan syariah yang tumbuh sebesar 19,70 persen (yoy) menjadi Rp19,34 triliun, dengan penghimpunan DPK yang tumbuh 15,28 persen menjadi Rp13,29 triliun dan penyaluran pembiayaan yang juga tumbuh sebesar 21,28 persen (yoy) menjadi Rp16,33 triliun.
”Tingkat intermediasi perbankan Syariah berada pada level 122,85 persen dengan tingkat NPF pada level 1,93 persen.
Kredit usaha mikro mendominasi penyaluran Kredit UMKM di Sulawesi Selatan,” ujar Michael.
Penyaluran kredit sektor UMKM di Sulawesi Selatan terus meningkat dengan porsi kredit UMKM terhadap total kredit sebesar 37,19 persen atau mencapai Rp61,88 triliun, nilai ini tumbuh sebesar 0,29 persen (yoy) pada posisi September 2025.
Kredit UMKM di Sulawesi Selatan didominasi oleh UMKM mikro dengan share 54,12 persen, disusul UMKM kecil 30,86 persen dan UMKM menengah 15,02 persen.
Secara total, kredit UMKM telah disalurkan kepada 914.237 debitur.
Perkembangan Industri Keuangan Non Bank di Sulawesi Selatan.
Selain sektor perbankan, pertumbuhan positif juga tercatat pada industri Fintech Peer-to-Peer (P2P) lending. Kinerja fintech P2P lending yang terus meningkat menunjukkan masyarakat dan pelaku usaha kini memiliki alternatif pembiayaan yang semakin beragam di luar perbankan.
“‘Kehadiran fintech P2P lending berperan melengkapi fungsi intermediasi dengan memberikan akses pembiayaan yang lebih cepat dan fleksibel, khususnya bagi segmen yang belum sepenuhnya terlayani oleh perbankan,” tutur Michael.
Pada saat yang sama, beberapa indikator utama industri keuangan nonbank lainnya juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Aset dana pensiun tumbuh 5,23 persen, total penjaminan lembaga penjaminan tumbuh 25,32 persen, serta premi asuransi tumbuh 4,26 persen.
Pertumbuhan ini mencerminkan penguatan daya tahan industri serta meningkatnya pemanfaatan layanan keuangan masyarakat.
Kinerja tersebut turut mendukung stabilitas sektor jasa keuangan secara keseluruhan dan memberikan kontribusi pada perekonomian daerah. (mir)



×


Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Sulsel Tetap Solid dan Berkontribusi pada Ekonomi Daerah

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link