BANTAENG, BKM — Peristiwa kebakaran yang menelan tiga korban jiwa, terjadi di Tangnga-tangnga, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu, Selasa (25/11) pukul 18.45 Wita. Ketiga korban terdiri dari perempuan paruh baya bernama Bahria (50) yang akrab disapa Bonda Ria, Fikra (11), dan adik perempuannya Fikra yang masih berusia 4 tahun.
Menurut kakak Bonda Ria, Hadiah (60), adiknya tinggal bersama dua orang cucunya. Namun pada saat tragedi terjadi, anak mantu Bonda Ria juga ada di TKP. “Anak mantunya ada pada saat kebakaran terjadi, tapi dia tidak tinggal bersama mertuanya,” ungkap Hadiah.
Dituturkannya, anak mantunya itu sedang berada di gardu tempat jualannya yang terletak di teras depan rumah korban. Ketika api berkobar, korban meneriaki anak mantunya agar segera meninggalkan tempat. “Lari! Selamatkan dirinya,” seru korban ditirukan Hadiah.
Sementara itu, korban terjebak dalam rumah bersama dua orang cucunya. Sebuah sumber menyebutkan, korban berusaha menyelamatkan cucu perempuannya yang sudah tertidur pulas di lantai dua.
Sumber lain mengatakan, korban langsung terkapar tertimpa balok kayu yang jatuh karena api langsung membesar. “Api langsung membesar karena ada beberapa botol Pertalite di dalam rumah korban,” ujar sumber BKM.
Hamsinah yang juga kakak korban, mengaku tidak tahu persis waktu kejadiannya karena rumahnya agak jauh dari rumah korban. “Saya tidak persis situasi dan awal terjadinya kebakaran, karena saya tidak ada di lokasi,” ucapnya sambil meneteskan air mata.
Haerul, tetangga korban mengatakan, dia melihat api yang sudah membubung tinggi menjelang waktu salat Isya. “Sementara mengaji di masjid menjelang salat Isya, saya melihat api sudah membesar,” tuturnya.
Ditambahkan Hadiah, bahwa korban baru saja selesai menunaikan salat Magrib pada saat peristiwa terjadi. Sedangkan cucunya yang perempuan sudah tertidur di lantai dua.
Hadiah melanjutkan, putri korban bernama Riska, ibu kandung kedua anak yang menjadi korban, berada di rantau. “Riska ada di rantau,” imbuhnya.
Ironisnya, ada beberapa orang yang menyalahkan petugas pemadam kebakaran. Pasalnya, jarak antara rumah korban yang terletak di poros jalan nasional hanya berkisar 100 meter arah timur markas pemadam kebakaran.
Namun, sejumlah warga lainnya yang ditemui di TKP membantah tudingan tersebut. Katanya, seandainya petugas Damkar terlambat, pasti banyak rumah yang hangus terbakar karena berada di pemukiman padat penduduk.
Beberapa saat setelah kebakaran terjadi, Bupati Bantaeng M Fathul Fauzi atau lebih dikenal dengan Uji Nurdin, tampak di lokasi. Dia turut prihatin dan berharap agar keluarga korban bersabar atas musibah tersebut.
Tampak pula sejumlah personel Polres Bantaeng mengamankan TKP dan memasang police line. Hanya saja, petugas tersebut belum bersedia memberikan keterangan mengenai penyebab kebakaran.
Sekadar diketahui, setelah jenazah korban divisum di RSUD Prof Anwar Makkatutu, ketiganya langsung dikebumikan. “Sekira pukul 00.00 Wita ketiga korban dimakamkan dalam satu kuburan”, ungkap Haerul. (wam)

