SINJAI, BKM– Pemerintah Kabupaten Sinjai melalui Dinas Pendidikan (Disdik) sukses menggelar lomba kultum dalam rangka semarak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Kafe D’simple, Jalan Baso Kalaka, Kecamatan Sinjai Utara ini berlangsung meriah dan mendapatkan apresiasi luas dari masyarakat serta pelaku usaha lokal.
Selama dua hari pelaksanaan yakni 18-19 Mei 2026, lomba kultum antar kepala sekolah baik tingkat TK/PAUD, SD, hingga SMP sederajat ini berhasil menarik perhatian massa yang luar biasa. Antusiasme penonton bahkan melampaui ekspektasi hingga memadati area kafe dan sekitarnya.
Langkah Pemkab Sinjai dalam menempatkan kegiatan di ruang publik seperti kafe merupakan wujud nyata komitmen daerah dalam menggandeng sektor UMKM. Hal ini dirasakan langsung oleh karyawan D’simple, Rinawati, yang mengaku tak menyangka antusiasme penonton begitu besar hingga kapasitas kafe tidak mampu menampung seluruh pengunjung.
“Saya tidak menyangka kalau akan semeriah itu, sampai tumpah dan pecah penontonnya, kami kewalahan melayani sehingga kami hanya buka minuman, makanan tidak karena tidak bisa kami layani semua ,” ungkap Rina, Rabu (20/5/2026) malam.
Pihak pengelola kafe menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan Disdik Sinjai yang memilih lokasi UMKM sebagai pusat pelaksanaan event tingkat kabupaten. Menurutnya, inovasi pemerintah daerah ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pelaku usaha.
“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan di kafe-kafe atau warkop. Hitung-hitung membantu menghidupkan UMKM,” harapnya.
Pelibatan UMKM dalam setiap momentum besar memang menjadi ciri khas Semarak Hardiknas di Sinjai dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, berbagai rangkaian kegiatan seperti FL3SN dan jalan sehat di Alun-alun Sinjai Bersatu juga sukses menghadirkan keramaian yang membuat deretan UMKM lokal panen pembeli.
Lomba kultum itu sendiri mengangkat tema “Rukun Sama Teman”. Sebagai bagian dari transformasi digital pendidikan di Sinjai, sebelum memasuki babak final, seluruh kepala sekolah di berbagai satuan pendidikan terlebih dahulu membuat video kultum yang diunggah ke media sosial masing-masing. Melalui proses seleksi yang ketat, terpilihlah 10 peserta terbaik yang tampil memukau di panggung final.

