Sinjai, BKM– Keterbatasan fiskal daerah menuntut jajaran eksekutif di Kabupaten Sinjai untuk lebih jeli dalam memanfaatkan sumber pendanaan non-konvensional. Langkah ini dinilai krusial agar program pembangunan infrastruktur strategis tetap berjalan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Langkah proaktif tersebut ditunjukkan oleh Wakil Bupati Sinjai, Andi Mahyanto Mazda, saat menghadiri kegiatan Diseminasi Skema Pembiayaan Infrastruktur melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta Pembiayaan Lainnya. Forum strategis ini berlangsung di Aula Rongkong, Gedung Keuangan Negara II Makassar, pada Kamis, 11 Juni 2026.
Agenda yang diinisiasi oleh Kementerian Keuangan RI berkolaborasi dengan Bank Indonesia dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) ini menjadi ruang edukasi bagi para kepala daerah dalam mendalami instrumen pembiayaan kreatif.
Wakil Bupati Sinjai menyampaikan bahwa skema KPBU menjadi salah satu alternatif yang patut dipelajari dan dipertimbangkan oleh pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan keterbatasan fiskal.
“Forum ini sangat penting bagi daerah untuk menggali informasi terkait skema KPBU maupun pembiayaan alternatif lainnya sebagai opsi yang tepat dan terukur dalam mendukung pembangunan. Kami ingin memastikan bahwa Kabupaten Sinjai tidak hanya bergantung pada APBD, tetapi juga mampu memanfaatkan berbagai instrumen pembiayaan inovatif yang tersedia,” ujarnya.
Melalui pendalaman materi pada Kamis, 11 Juni 2026 tersebut, perwakilan pemda dibekali pemahaman mengenai manajemen risiko, penyiapan proyek percontohan, strategi penarikan investor, hingga pemanfaatan fasilitas bantuan penyiapan proyek atau Project Development Facility (PDF).
Pemerintah Kabupaten Sinjai berharap, pembekalan ini mampu meningkatkan kapasitas aparatur dalam mengidentifikasi proyek infrastruktur lokal yang potensial untuk dikerjasamakan dengan pihak swasta.
Dengan membuka ruang kolaborasi yang transparan bersama badan usaha, Pemkab Sinjai optimistis pemenuhan fasilitas publik dan akselerasi pembangunan di Bumi Panrita Kitta dapat diwujudkan secara lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan.

