MAKASSAR, BKM–Legislator Partai Golkar yang juga Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan Dr Rahman Pina mengantar kepergian politisi senior partai berlambang pohon beringin rindang H Ahmad Eddy Baramuli di tempat peristirahatannya.
Prosesi pelepasan almarhum di rumah duka di Jalan Andi Mappanyukki, Makassar, Kamis (11/6) pukul 11.00 WITA.
Kepergian Ahmad Eddy Baramuli yang pernah tercatat sebagai Ketua DPRD Sulsel menjadi duka mendalam bagi masyarakat Sulsel.
Ahmad Eddy Baramuli dikenal memiliki perjalanan panjang dalam dunia politik dan pengabdian kepada daerah.
Menurut Rahman Pina, kepergian Ahmad Eddy Baramuli tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar Partai Golkar, namun juga bagi masyarakat Sulsel yang pernah merasakan buah pengabdian almarhum selama puluhan tahun berkiprah di dunia politik dan pemerintahan.
Almarhum dinilai merupakan salah satu tokoh politik senior Sulsel yang memiliki perjalanan pengabdian panjang.
“Banyak jasa yang telah diberikan untuk daerah ini,” ujar Rahman Pina.
Rahman Pina menuturkan, Ahmad Eddy Baramuli merupakan figur yang dikenal luas di kalangan politisi lintas generasi.
Pengalamannya di dunia politik membuat namanya dihormati, baik di lingkungan pemerintahan, legislatif, maupun organisasi kemasyarakatan.
Semasa hidupnya, Ahmad Eddy Baramuli tercatat pernah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Kiprahnya kemudian berlanjut di tingkat nasional sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.
Puncak karier politiknya di daerah terjadi ketika dipercaya menjabat Ketua DPRD Sulsel periode 1999 hingga 2004.
Pada masa itu, Sulsel tengah memasuki era reformasi yang diwarnai berbagai perubahan dalam sistem pemerintahan dan politik daerah.
“Pengalaman dan pemikiran beliau ikut memberi warna dalam perjalanan pembangunan Sulsel,”ujarnya.
Selain aktif di dunia politik, Ahmad Eddy Baramuli juga dikenal sebagai aktivis organisasi.
Ia pernah menjabat Ketua Umum DPD SOKSI Sulsel dan aktif membangun jaringan organisasi hingga ke daerah-daerah.
Menurut Rahman Pina, salah satu hal yang patut dikenang dari sosok Ahmad Eddy Baramuli adalah konsistensinya dalam mengabdikan diri kepada masyarakat dan daerah.
Meski telah memasuki usia lanjut, almarhum tetap mengikuti perkembangan Sulawesi Selatan dan menjalin komunikasi dengan berbagai kalangan.
“Almarhum adalah sosok yang memiliki perhatian besar terhadap daerahnya. Semangat pengabdian itu yang perlu menjadi teladan bagi generasi penerus,” ujarnya.
Rahman Pina juga menyebut Ahmad Eddy Baramuli sebagai figur yang memiliki pengaruh besar, khususnya di Kabupaten Pinrang.
Nama Baramuli, kata dia, telah lama menjadi bagian dari perjalanan politik dan pembangunan daerah di Sulsel.
“Beliau merupakan tokoh asal Pinrang yang memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Kiprahnya tidak hanya dikenal di Pinrang, tetapi juga di tingkat Sulawesi Selatan,” tambahnya.
Kepergian Ahmad Eddy Baramuli di usia 90 tahun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, kolega, dan masyarakat yang mengenalnya.
Rahman Pina berharap jasa dan pengabdian almarhum dapat terus dikenang sebagai bagian dari sejarah perjalanan politik Sulsel.
“Kita semua kehilangan salah satu tokoh senior yang telah mengabdikan hidupnya untuk daerah. Semoga seluruh pengabdian beliau menjadi warisan berharga bagi generasi yang akan datang,” tutup Rahman Pina.
Ahmad Eddy Baramuli meninggal dunia di Makassar, Kamis (11/6).
Jenazah diberangkatkan ke kampung halamannya di Kabupaten Pinrang untuk dimakamkan. (rif)

