Sinjai, BKM– Komitmen pemenuhan infrastruktur pengairan bagi sektor pertanian di Kabupaten Sinjai mulai memasuki tahapan realisasi fisik. Melalui sinergi anggaran bersama pemerintah provinsi, jaringan irigasi yang menjadi urat nadi produktivitas lahan persawahan di daerah segera mendapatkan pemulihan secara menyeluruh.
Langkah nyata tersebut ditandai dengan pelaksanaan ground breaking (peletakan batu pertama) yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, bersama Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif. Prosesi peresmian dimulainya proyek ini dipusatkan di Desa Biji Nangka, Kecamatan Sinjai Borong, pada Minggu, 14 Juni 2026 sore.
Agenda strategis ini turut dikawal oleh Kepala Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulsel Astina Abbas, Sekretaris Daerah Sinjai Andi Jefrianto Asapa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Andi Ilham Abubakar, serta jajaran otoritas kecamatan dan desa setempat.
Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan bahwa intervensi anggaran ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Daerah dalam menjaga pilar ketahanan pangan di wilayah Sulawesi Selatan melalui modernisasi sarana penunjang pertanian.
“Saya bersama Ibu Bupati Sinjai, Bu Kadis Provinsi dan pak Desa, melakukan ground breaking untuk pengerjaan irigasi di wilayah Kabupaten Sinjai. Ada tiga titik lokasi yang akan dikerjakan dengan total anggaran sekitar Rp14 miliar,” urainya.
Otoritas provinsi menginstruksikan agar rekanan pelaksana menjaga mutu konstruksi sesuai dengan spesifikasi teknis baku. Keterlibatan aktif masyarakat tani dalam mengawasi jalannya proyek juga sangat diharapkan agar fasilitas pengairan ini memiliki usia pakai yang panjang.
Apresiasi tinggi dan rasa syukur disampaikan Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, atas perhatian besar birokrasi provinsi terhadap pemenuhan hak-hak dasar petani di Bumi Panrita Kitta. Perbaikan masif ini diyakini akan langsung berdampak pada peningkatan indeks pertanaman di wilayah terdampak.
“Terima kasih Bapak Gubernur atas perhatian yang diberikan kepada Kabupaten Sinjai. Kami berharap dengan tuntasnya perbaikan di tiga titik ini, manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, khususnya para petani, sehingga sektor pertanian di Sinjai semakin maju dan produktif,” ungkap Bupati Ratnawati.
Melalui peresmian pada Minggu, 14 Juni 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Sinjai optimis pemulihan fungsi tiga daerah irigasi (DI) kewenangan provinsi tersebut akan menjadi katalisator penting dalam memacu kesejahteraan sosiologis para petani sekaligus memperkuat stabilitas pangan daerah secara berkelanjutan.

