BULUKUMBA, BKM – Masalah kelangkaan pakan ternak saat musim kemarau menjadi tantangan klasik bagi peternak di wilayah Indonesia Timur, termasuk di Kabupaten Bulukumba.
Menurunnya ketersediaan rumput sering kali berdampak buruk pada kondisi fisik ternak seperti sapi dan kambing yang menjadi kurus akibat kekurangan asupan nutrisi.
Merespons persoalan tersebut, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Hasanuddin (PPMU) Unhas hadir memberikan solusi nyata melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026) di Kelompok Tani Mudharabah, Desa Tritiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba.
Kegiatan yang didanai melalui hibah PPMU tahun 2026 ini mengangkat tema “Pelatihan Pembuatan Silase Berbasis Bahan Pakan Lokal Sebagai Strategi Penyediaan Pakan Berkelanjutan di Musim Kemarau Dalam Mendukung SDGs Zero Hunger”.
Tim PPMU Unhas ini diketuai oleh Fahrul Irawan, S.Pt., M.Si., Ph.D., dengan beranggotakan Syahriana Sabil, S.Pt., M.Si. dan drh. Andi Achmad Rifaldi, M.Si.
Dalam pemaparannya, Fahrul Irawan menyampaikan bahwa wilayah Bulukumba sebenarnya kaya akan potensi pakan alternatif seperti limbah pertanian dan legum pohon, namun pemanfaatannya oleh petani lokal belum optimal selama ini.
Salah satu strategi terbaik untuk daerah kering yang dipaparkan adalah optimalisasi legum pohon seperti lamtoro. Selain memiliki biomassa dan nutrisi yang tinggi, lamtoro dinilai sangat tahan terhadap kemarau ekstrem serta pemotongan berulang, sehingga mampu menjamin ketersediaan pakan yang kontinu selama musim kemarau.
Selain pengenalan lamtoro, tim pengabdi juga mengenalkan teknologi pengawetan pakan melalui pembuatan silase yang selama ini belum pernah dilakukan oleh peternak setempat.
Teknologi ini menjadi sangat penting untuk menjaga pasokan pakan yang aman saat musim panas, di mana silase dapat dibuat saat hijauan melimpah pada musim hujan dan disimpan untuk digunakan saat hijauan mulai langka.
Tidak hanya memaparkan teori, kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan praktek langsung pembuatan silase bersama para peternak agar mereka dapat menguasai tekniknya secara mandiri.
Kegiatan pelatihan ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Tritiro yang memberikan apresiasi penuh atas inisiatif tim akademisi Unhas.
Dalam sambutannya, kepala desa berharap kegiatan ini dapat benar-benar membuka wawasan petani mengenai strategi penyediaan pakan yang baik, khususnya dalam menghadapi siklus musim kemarau panjang yang kerap melanda desa mereka.
Pelatihan ini diikuti oleh 25 orang peternak dari Kelompok Tani Mudharabah. Sepanjang kegiatan, para peserta menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi, yang terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis yang diajukan seputar materi dan teknik pembuatan silase.
Melalui edukasi dan transfer teknologi ini, Tim PPMU Unhas berharap produktivitas ternak di Desa Tritiro tetap terjaga sepanjang tahun, sekaligus berkontribusi nyata dalam mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) poin kedua, yaitu Zero Hunger (Tanpa Kelaparan), melalui penguatan ketahanan pangan sektor peternakan. (rls)

