MAKASSAR, BKM – Universitas Hasanuddin (Unhas) memasuki babak baru dalam penguatan tata kelola kelembagaan melalui pelantikan 122 pejabat struktural dan pimpinan unit kerja.
Pergantian pejabat di berbagai lini ini tidak sekadar dimaknai sebagai rotasi jabatan, melainkan bagian dari konsolidasi besar yang disiapkan untuk mempercepat pencapaian target strategis universitas di tengah persaingan perguruan tinggi yang semakin kompetitif.
Pelantikan yang dipimpin langsung Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa berlangsung di Baruga Andi Pangerang Pettarani, Kampus Unhas, Senin (20/7). Selain pengambilan sumpah jabatan, seluruh pejabat yang dilantik juga menandatangani pakta integritas serta perjanjian kinerja sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pemerintahan kampus yang bersih, profesional, dan akuntabel.
Sebanyak delapan posisi wakil dekan turut mengalami penyegaran. Selain itu, pelantikan juga mencakup pimpinan gugus penjaminan mutu dan peningkatan reputasi, direktur, sekretaris lembaga, kepala pusat, kepala UPT, kepala subdirektorat, kepala bagian, hingga berbagai pimpinan unit kerja lainnya yang menjadi tulang punggung penyelenggaraan tridarma perguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa mengatakan bahwa pelantikan pejabat baru bukanlah agenda seremonial ataupun rutinitas administratif yang hanya mengisi struktur organisasi. Menurutnya, momentum tersebut merupakan bagian penting dari strategi universitas dalam memperkuat soliditas organisasi menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
“Pada pagi yang berbahagia ini kita kembali menjadi saksi acara yang sangat penting, sangat vital, dan sangat sakral. Karena ini adalah salah satu tonggak yang sangat krusial di dalam menjamin kelancaran dan juga keberlanjutan suatu institusi, khususnya Universitas Hasanuddin,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan sebuah institusi tidak pernah bergantung pada individu semata, melainkan pada kemampuan seluruh elemen organisasi bekerja sebagai satu tim yang memiliki visi dan arah yang sama. “Dalam setiap pelantikan, saya ingin sekali menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar rutinitas administratif, tapi konsolidasi kekuatan strategis. Jadi kata konsolidasi kekuatan strategis mohon dimaknai, mohon diresapi, karena saya sangat berharap bahwa saudara-saudari yang hadir di sini itu betul-betul menjadi suatu tim,” ujarnya.
Prof Jamaluddin Jompa yang kerap juga disapa Prof JJ juga mengingatkan bahwa pergantian pejabat merupakan sesuatu yang wajar dalam sebuah organisasi modern. Ia mengibaratkan proses tersebut seperti pergantian pemain dalam pertandingan sepak bola yang tetap berada dalam satu tim untuk mengejar tujuan bersama. “Ibarat pertandingan bola, sesungguhnya ini hanya istilah pergantian pemain. Pemain yang berganti itu adalah bagian dari tim, tidak berarti setelah digantikan pemain kemudian meninggalkan timnya,” tuturnya.
Menurutnya, seluruh pejabat lama tetap memiliki kontribusi penting bagi pengembangan universitas, sementara pejabat baru diharapkan mampu membawa energi baru dalam mempercepat berbagai agenda strategis kampus. Ia juga mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar simbol kehormatan ataupun kewenangan administratif. Jabatan merupakan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan melalui capaian kerja yang nyata.
“Perjanjian kinerja itu bisa diingat-ingat, kalau perlu diprint dan disimpan di balik papan kaca. Supaya diingat. Jangan sampai hanya sekadar dibacakan sekali lalu dilupakan, karena itu adalah esensi daripada proses pelantikan,” katanya.
Ia berharap seluruh pejabat menjadikan pakta integritas serta perjanjian kinerja sebagai pedoman utama dalam menjalankan tugas sehingga target universitas dapat dicapai secara terukur. Lebih jauh, Prof JJ mengungkapkan bahwa Unhas akan memperkuat koordinasi antarpimpinan melalui berbagai forum konsolidasi, termasuk kegiatan penguatan tim yang selama ini dikenal sebagai retreat. Namun, ia menegaskan bahwa konsep tersebut bukan kegiatan formal semata, melainkan upaya membangun komunikasi yang lebih erat di antara para pimpinan.
“Jadi sekali lagi, bukan retreat yang sifatnya terlalu formal. Kita cuma memberi simbol-simbol saja dalam rapat koordinasi itu sebenarnya sudah retreat. Nanti akan banyak rapat koordinasi kita kan tiap bulan, dan semua pejabat akan hadir,” ucapnya.
“Insyaallah kita akan menjaga kekompakan tim melalui silaturahmi yang baik. Karena kalau tidak ada interaksi, tidak ada silaturahmi, teamwork itu agak sulit terbangun,” tambahnya.
Di sisi lain, Prof JJ memberikan penekanan khusus terhadap integritas pejabat baru. Ia memastikan Universitas Hasanuddin tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik korupsi maupun segala bentuk tindak pidana kekerasan seksual di lingkungan kampus. “Itu sudah pasti memang aturan PNS seperti itu, bahkan kita sudah buktikan pada tahun sebelumnya. Ada kasus, kita berhentikan, bukan hanya berhenti sebagai pejabat, tapi kita usulkan berhenti sebagai dosen,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa komitmen pemberantasan korupsi dan pencegahan kekerasan seksual telah dimasukkan secara eksplisit dalam setiap tahapan pelantikan, mulai dari pengambilan sumpah jabatan, pembacaan pakta integritas hingga penandatanganan perjanjian kinerja. “Semua sudah tertuang di dalamnya, kita tekankan melalui empat tahapan pembacaan, mulai dari sumpah, kemudian pembacaan pakta integritas, sampai perjanjian kinerja. Itu semua ada di dalamnya,” jelasnya.
“Sehingga ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh pejabat., kami akan menegakkan aturan itu bukan hanya ke bawah, tapi juga di level pimpinan. Jadi insyaallah bukan hanya menyampaikan bahwa mereka berkomitmen, tapi kita juga ingin memastikan kampus ini bisa lebih peduli dan menegakkan berbagai strategi untuk mencegah adanya KKN dan juga pelanggaran-pelanggaran kekerasan. Kita tahu bukan hanya kekerasan seksual, tapi juga kekerasan verbal dan lain-lain,” bebernya.
Menurutnya, budaya integritas harus menjadi fondasi utama dalam seluruh proses pengambilan kebijakan di lingkungan universitas. Kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi hanya dapat dipertahankan apabila seluruh pimpinan mampu menjadi teladan dalam menjalankan tata kelola yang bersih dan profesional.
Pada kesempatan itu, Prof JJ juga menegaskan bahwa Unhas akan terus memasang target yang tinggi dalam setiap indikator kinerja. Baginya, pencapaian yang belum sempurna tetap lebih bernilai apabila diawali dengan target yang ambisius dibanding menetapkan sasaran rendah hanya demi memperoleh angka keberhasilan yang tinggi. “Kalau targetnya 50 persen, bisa saja 100 persen kinerja, yang saya maksud tadi itu ilustrasi saja. Kinerja kami targetnya memang selalu tinggi, kita memang selalu menaikkan target-target itu, bahkan di atas target kementerian daripada targetnya rendah lalu tercapai 100 persen, tapi hasilnya juga rendah. Konteksnya ada di situ,” tuturnya. (ita)

