TAKALAR, BKM–Puluhan mahasiswa lintas kampus menggelar aksi unjuk rasa mengecam kebijakan Bupati Takalar, Syamsari Kitta terkait pemberhentian ribuan tenaga sukarela di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup pemerintahan Kabupaten Takalar
Mahasiswa menilai pemerintahan baru yang dijalankan Bupati Syamsari Kitta bobrok serta tidak mengakomodir kepentingan masyarakat kecil alias wong cilik.
“Pemerintahan baru di Takalar ini bobrok serta tidak memanusiakan manusia, pemberhentian 8.000 tenaga sukarela sangat menyakitki hati masyarakat Takalar. Hentikan pemberhentian massal tenaga sukarela ini,” Kata Asman Putra Surya, Koordinator Aksi, Rabu (23/1)
Unjuk rasa yang digelar didepan kantor Bupati Takalar nyaris bentrok saat aparat pengamanan berupaya memadamkan kobaran api dari ban bekas yang dibakar para pengunjuk rasa.
” Sangat mengherankan memang pemerintahan ini, dimana tenaga sukarela yang mengabdi selama beberapa Tahun dihentikan.dengan tiba tiba, sementara pejabat yang sudah berstatus tersangka masih menjabat,” tegas Ashabul Kahfi, pengunjuk rasa lainnya. (ari Irawan)
Mahasiswa Bilang Kebijakan Syamsari Tak Berpihak Wong Cilik
×

