MAKASSAR, BKM — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan terus berupaya memberi pelayanan terbaik kepada para pesertanya di seluruh Indonesia. Terutama di wilayah Sulawesi Selatan, Barat, Tenggara, dan Maluku (Sulselbartramal).
”Selain menambah jumlah fasilitas kesehatan juga tenaga dokternya. Ditahun 2018 ini, kami akan menambah tenaga dokter untuk bekerjasama dengan BPJS Kesehatan sebanyak 200 orang di wilayah ini. Penambahan tenaga dokter ini bukan karena jumlah dokter yang kurang. Tapi ada beberapa fasilitas kesehatan yang tenaga dokternya akan minim jika dibandingkan jumlah peserta yang harus dilayani,” kata Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sulselbartramal, I Made Puja Yasa di sela acara penandatanganan perjanjian kerjasama bersama Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sulselbar, IDI Sultra, dan IDI Maluku, di Hotel Four Points By Sheraton Makassar, Senin (5/3).
Puja Yasa mengatakan, sampai saat ini pihaknya telah bekerjasama dengan 1.875 fasilitas kesehatan di wilayah Sulselbartramal yang terdiri dari 1.720 FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer) dan 155 FKTL (Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan). Dengan jumlah tersebut tentunya peran IDI sangat penting untuk mengkoordinir anggotanya yang tersebar di setiap fasilitas kesehatan.
”Kami harap dengan adanya sinergi ini dapat meningkatkan kompetensi dokter dan kebutuhan jumlah dokter juga dapat terpenuhi secara merata. Sehingga mampu memberikan dampak positif bagi peserta JKN-KIS, khususnya dari segi pelayanan kesehatan,” ujar Puja.
Terkait penandatanganan perjanjian kerjasama dengan IDI, Puja mengatakan, ini bagian dari optimalisasi penyelenggaraan program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan. Kerjasama ini meliputi tentang pertukaran data dan informasi, optimalisasi dalam upaya kendali mutu dan kendali biaya di fasilitas kesehatan serta tukar menukar informasi program pembinaan.
Puja menjelaskan, dengan adanya kerjasama ini, maka akan dilakukan mapping data ketersediaan dokter, sinkronisasi data fasilitas kesehatan, pertukaran data dan informasi (mencakup data jumlah, sebaran dan kebutuhan dokter) serta advokasi kepada pemerintah daerah terkait ketersediaan dokter di fasilitas kesehatan berdasarkan kebutuhan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di suatu wilayah.
Hal ini dilakukan agar diketahui kondisi riil terkait jumlah dokter yang ada serta kebutuhan dokter yang dibutuhkan. Sehingga dengan dilakukan hal tersebut diharapkan kebutuhan dokter dapat terpenuhi. Juga persebaran dokter dapat dilakukan secara merata.
Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Sulselbar, Muhammad Ichsan Mustari, mengatakan, untuk meningkatkan kualitas dokter, IDI akan melakukan peningkatan dan penyegaran kompetensi anggota melalui program pendidikan pelatihan berkelanjutan difasilitas kesehatan yang dapat difasilitasi BPJS Kesehatan.
Selain itu, IDI akan melakukan pembinaan kepada dokter dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berdasarkan evaluasi Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (TKMKB). Juga, IDI akan memberikan dukungan dalam bentuk imbauan kepada fasilitas kesehatan untuk menyusun standar prosedur operasional dan penerapan standar prosedur operasional tersebut oleh anggota dalam rangka perlindungan anggota.
Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama oleh Deputi Direksi Wilayah Sulselbartramal, I Made Puja Yasa dengan Ketua IDI Wilayah Sulselbar, Muhammad ichsan Mustari, Ketua IDI Wilayah Sultra, Junuda Raf, dan Ketua IDI Wilayah Maluku, Hendrita Tuanako’tta. (mir)
BPJS Kesehatan Optimalisasikan Program JKN-KIS
×

