pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Banyak Warga Gowa Lakukan Swamedikasi

GOWA, BKM — Saat ini Indonesia telah mengalami perubahan pola penyakit yang sering disebut transisi epidemiologi. Ini ditandai dengan meningkatnya kematian dan kesakitan akibat penyakit tidak menular.
Dari 10 penyebab kematian utama untuk segala umur berdasarkan Sample Registrasi Sistem (SRS), lima di antaranya adalah penyakit tidak menular, yakni stroke, penyakit jantung koroner dan kencing manis dengan komplikasi. Sementara urutan selanjutnya adalah tekanan darah tinggi (hipertensi) dengan komplikasi dan penyakit paru obstruksi kronis.
Hal itu ditegaskan Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, saat mencanangkan Gema Cermat atau Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat di Baruga D’Bollo, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Selasa siang (20/3).
Dalam kesempatan pencanangan sekaligus pemberian edukasi masyarakat tentang Gema Cermat ini, Adnan mengatakan, kematian akibat PTM semakin meningkat dan akan terus meningkat seiring pola hidup tidak sehat, antara lain diet tidak sehat dan seimbang, kurang aktivitas fisik, merokok, minum alkohol, dan stress.
”Pengobatan sendiri (swamedikasi) merupakan upaya paling sering dilakukan masyarakat dalam mengatasi keluhan atau gejala penyakit yang dialami sebelum mencari pertolongan ke fasilitas Puskesmas. Banyak masyarakat kita sering melakukan swamedikasi melalui iklan media massa, televisi, atau dari mulut ke mulut. Karena penggunaan tanpa penggunaan yang rasional mengakibatkan banyak masyarakat kerap mengalami over dosis bahkan kematian akibat keracunan. Itulah sebabnya, swamedikasi ini membuat tujuan pengobatan tidak tercapai dan lebih kerap salah obat yang berakibat fatal,” jelas Adnan.
Karena itu, masyarakat sebagai konsumen sudah selayaknya mendapatkan informasi yang layak dan memadai dalam memilih dan menggunakan obat yang tepat secara rasional dan bagaimana menyimpan obat yang benar.
Adnan pun mengimbau para apoteker dalam melakukan pelayanan agar memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat. Bukan hanya memberikan obat kepada masyarakat, tapi harus memberikan konseling kepada masyarakat tentang manfaat obat yang akan digunakan oleh masyarakat. Salah obat maka efek dan dampaknya besar,” kata bupati.
Kadis Kesehatan Sulsel, Dr dr Rahmat Latif mengatakan, dalam kegiatan edukasi masyarakat ini diharapkan adanya pembekalan para stakeholder tentang pengunaan obat rasional secara cermat.
Dijelaskan Rahmat, menurut PHO penggunaan rasional jika pasien menggunakan obat sesuai petunjuk klinisnya. ”Gerakan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dalam memilih dan menggunakan obat secara benar. Namun selama ini masih banyak masyarakat yang belum paham betul bagaimana menggunakan obat secara benar dan rasional karena itu pihak Dinkes melakukan edukasi masyarakat agar masyarakat menjadi tahu,” jelas Rahmat.
Terpisah Kadis Kesehatan Gowa, dr Hasanuddin Tahir mengatakan, dalam kegiatan ini semua stakeholder diharapkan untuk berkomitmen bersama khususnya terkait penjualan obat-obat tanpa resep. Kalau penggunaannya tanpa rasional maka akan berbahaya apalagi antibiotik yang sudah tersimpan dua hari. Kumannya hanya akan pingsan. Jadi harus ditahu dosisnya dan waktunya. (sar/mir)



×


Banyak Warga Gowa Lakukan Swamedikasi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar