pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Gunung Bawakaraeng Tercemar Sampah, Ini Reaksi Pemerhati Lingkungan

GOWA, BKM — Sejumlah penggiat dan pemerhati lingkungan khususnya kalangan pecinta alam resah dengan kondisi gunung Bawakaraeng yang kini mulai dicemari sampah.

Sampah-sampah ini bukan dari daun kering tumbuhan di gunung Bawakaraeng. Tapi sampah adalah berupa sampah plastik, kertas, alumonium dan botol bekas yang diduga dari para pendaki.

Bukan hanya sampah plastik sisa pembungkus makanan, botol-botol miras hingga kondom juga telah merusak keindahan alam gunung yang terletak di Lingkungan Lembanna, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong ini.

Ketua FKPA Gowa, Hirsan Bachtiar. Kepada media, Rabu (28/3) menyatakan keprihatinannya atas serakan sampah yang ada di Pos 8 gunung Bawakaraeng dan beberapa pos lainnya yang menjadi persinggahan para pendaki saat melakukan pendakian.

” Yang namanya pecinta alam, harus ada  tanggung jawab bukan hanya etika mendaki dan menikmati. Tapi tanggung jawab moral. Ini mi sudah sangat perlu ada pemeriksaan barang bawaan para pendaki baik saat akan mendaki dan pulang mendaki. Jika saat mendaki ada bekal berkemasan dan pulang tanpa ada sampah dibawa maka sudah pasti sampahnya ditinggal di atas gunung. Ulah-ulah tak bermoral ini sudah sering kita temui dan itu dilakukan oleh para pendaki yang notabene tidak pernah menjalani diksar kepecintaalaman,” jelas Hirsan.

Hirsan mengatakan jika ada oknum pecinta alam yang berbuat itu maka namanya bukan pecinta alam.

“Ini mi yang harus diperhatikan teman-teman KPA (kelompok pecinta alam) untuk lebih mengevaluasi bagaimana diksarnya. Harus ditanamkan apa itu alam dan harus lebih memberikan materi pengenalan alam itu seperti apa. Sebab kalau sudah kejadian seperti ini sangat prihatinlah kami-kami yang lebih fokus kepada menjaga alam sambil menyalurkan hobi mendaki,” kata mantan Komisioner KPU Gowa.

Hal senada dikatakan Adhe Imran, anggota FKPA Gowa yang juga pengurus FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Kabupaten Gowa.

Menurut Adhe, komunitas pecinta alam harus memperlihatkan kepeduliannya terhadap alam, bukan malah mengotori.

“Itu mi sekarang yang terjadi, kebanyakan pendaki bukan lagi pecinta alam tapi penikmat alam saja. Jadi begini mi jadinya, alam yang justru harus dilestarikan malah digerayangi dengan mengotorinya,” kata Adhe.

Hal sama dikatakan Sekretaris Jurnalis Peduli Lingkungan (JPL) Kabupaten Gowa, Saribulan. Menurutnya, hakikat kepecintaalaman di jaman now ini terkesan kebablasan.

“Kalau kita merasa bagian dari komunitas pecinta alam maka seyogyanya yang harus ditanam hingga mendarahdaging dalam diri adalah bahwa kita harus menjaga alam sekitar kita. Kita harus jaga dari perambahan, jaga dari kebakaran, jaga dari sampah dan jaga lingkungan alam pegunungan ini sebagai titipan sang pencipta. Katanya pecinta alam tapi kok perbuatannya tak mencintai alam,” kata Saribulan.

Sementara itu dewan pembina L3C (Lingkungan Labut Lestari) Gowa, Muh Kodri Tapa menyayangkan ulah para oknum pendaki.

“Seharusnya jiwa cinta alam dimiliki para pendaki. Mari kita tanamkan dalam diri bahwa jika lingkungan terjaga dari berbagai hal maka tentu nikmatnya akan kita peroleh. Jadilah pecinta alam sejati,” kata Dody sapaan Kodri yang juga Kepala Markas PMI Cabang Gowa ini. (saribulan)



×


Gunung Bawakaraeng Tercemar Sampah, Ini Reaksi Pemerhati Lingkungan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar