LUTIM, BKM — Bupati Luwu Timur, HM Thoriq Husler menghadiri ibadah penguraian pendeta Meida Afdinovita dan peneguhan pendeta Hendrik Tangaguling yang berlangsung di Desa Karambua 1 Kecamatan Wotu, Sabtu (21/4) kemarin.
Pdt Meida Afdinovita mengatakan, tidak akan pernah ada yang abadi. Yang abadi hanyalah keabadian itu sendiri. Setiap perjumpaan pasti ada perpisahan. Semua adalah untuk kebaikan layaknya perpisahan daratan dan lautan, siang dan malam, atau perpisahan langit dan bumi.
“Intinya setiap waktu ada masanya. Perpisahan itu pasti adanya,” ujar Meida.
Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler mengatakan, Penguraian atau Pelepasan seorang Pendeta merupakan hal yang wajar, dimana hal tersebut sudah diatur oleh Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja dan berdasarkan Tata Gereja Toraja Masa Tugas Pendeta untuk pelayanan di satu gereja adalah 5 Tahun.
Jabatan Pendeta, merupakan sebuah profesi yang sangat mulia. Pendeta adalah individu yang karismatik, yang selalu membimbing jemaat untuk selalu kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ajaran-Nya.
“Pendeta mempengaruhi visi jemaat agar dapat menjadi satu kesatuan jemaat dan membangkitkan keimanan jemaat serta melayani jemaat dengan penuh ketulusan.”
“Segala pengajaran dan bimbingan yang telah diberikan oleh Pdt. Meida Avdinavo kiranya dapat menguatkan keimanan jemaat, sehingga dapat menata kehidupan bangsa dalam bingkai harmoni sosial, menata sikap dan perilaku hidup terutama dengan sesama saudara, sehingga akan menciptakan rasa persatuan dan kesatuan,” ungkapnya. (alp/C)
Husler Hadiri Penguraian Pendeta Gereja
×

